Pemkot Kupang Pilih Puskesmas Penkase-Oeleta Jadi Tempat Isolasi Alternatif Pasien Covid-19

- Penulis

Kamis, 21 Januari 2021 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memilin Puskesmas Penkase-Oeleta akan dijadikan sebagai tempat isolasi alternatif bagi para pasien Covid-19. Puskesmas yang terletak di Kelurahan Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak dipilih Pemkot Kupang karena ruang isolasi di semua rumah sakit sudah penuh.

“Mengingat seluruh sakit sudah penuh, kita memilih Puskesmas Penkase-Oeleta sebagai tempat isolasi alternatif bagi pasien Covid-19”, kataWakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat melakukan pemantauan tim isolasi mandiri di sejumlah puskesmas di Kota Kupang, Kamis,(21/01/2021).

Turut serta dalam kunjungan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, SH., MH., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes., Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I. G. A. Ngurah Suarnawa serta para lurah setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wawali Walapun gedung puskesmas yang belum aktif beroperasi, akan tetapi kalau semua sudah siap, termasuk para petugas maka, akan segera dimanfaatkan sebagai tempat isolasi.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Wawali dalam kunjungan itu ingin memastikan soal ketersedian saran penunjang lainnya seperti air minum sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

“tidak semua pasien Covid-19 akan dirujuk kesini melainkan yang akan kita prioritaskan adalah pasien Covid-19 yang bergejala”, Katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes saat dimintai keterangannya mengatakan, saat ini sudah tersedia 18 tempat tidur di Puskesmas Penkase untuk ruang isolasi.

Ia menambahkan, rencananya akan ada tambahan 12 unit tempat tidur lagi sehingga total tempat tidur yang akan tersedia menjadi 30 unit. Selanjutnya jelas Rudy, 26 unit tempat tidur untuk pasien, sedangkan 4 tempat tidur untuk petugas.

“Saat ini kota sudah melakukan koordinasi dengan semua Puskesmas yang ada di Kota Kupang. Dan yang kita bahas soal ketersedian petugas, minimalnya masing-masing Puskesmas harus ada 12 petugas yang terdiri dari dokter dan perawat”, Jelasnya.

Dalam kunjungan hari ini, Wawali bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi Puskesmas Manutapen yang diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Manutapen, dr. Haryono.

Kepada Wawali dr. Haryono mengatakan mereka sudah membagi tim untuk melakukan pemantauan terhadap pasien positif covid 19 yang berjumlah 28 orang dan tersebar di tiga kelurahan.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Tambah Haryono, tiga kelurahan itu masuk dalam wilayah pelayanan mereka yakni, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Mantasi dan Kelurahan Fatufeto.

“Kendala terbesar yang kami hadapi disini adalah belum adanya mobil ambulance ketika hendak merujuk pasien”, tutur Haryono.

Menanggapi keluhan tersebut Wawali berjanji akan memperhatikan kendala itu.

Setelah dari Puskesmas Manutapen, Wawali bersama rombongan melanjutkan pemantauan ke Puskesmas Alak di Kelurahan Nun Baun Sabu. Saat tiba di Puskesmas Alak rombongan Wawali disambut  oleh Kepala Puskesmas Alak, dr. Panondang PandjaitaPandjaitan.

Ia juga menerangkan kepada Wawali terkait kondisi dan keadaan serta proses penanganan terhadap pasien Covid-19. Dirinya mengaku bahwa ada 28 pasien positif yang sedang dalam pemantauan petugas mereka dan tersebar di lima kelurahan.

Menurutnya lima Kelurahan tersebut masuk dalam wilayah pelayanan mereka, yakni Kelurahan Nunhila, Nun Baun Delha (NBD), Nun Baun Sabu (NBS), Penkase, Namosain serta Alak.

Setelah mendengar keluhan dan penjelasan dari Kepala Puskesmas Alak, Wawali lalu mendesak pihak Puskesmas untuk mempercepat vaksinasi covid-19 bagi para petugas kesehatan di puskesmas tersebut.

Desakan yang sama untuk segera dilakukan vaksinasi kepada petugas medis juga disampaikan oleh Wawali saat kunjungannya Puskesmas Bakunase dan Sikumana. (SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru