TransNusa Seret Paksa Penumpang, DPRD NTT Desak Polisi Usut Tuntas

- Penulis

Jumat, 24 April 2015 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (NTT) meminta Kepolisian Daerah (Polda) NTT segera mengusut tuntas dan transparan kasus Aloysius Jakob, penumpang pesawat TransNusa. Penumpang tujuan Kupang-Manggarai ini diturunkan secara paksa dengan cara diseret dari dalam pesawat oleh kru pesawat dan petugas keamanan Bandara Eltari, Kupang, 16 Desember 2014 lalu.

“Perilaku menghargai konsumen sebagai tulang punggung sektor jasa, sangat tidak humanis dan cenderung arogan, karena itu kita minta kepada kepolisian (Polda NTT), untuk kasus ini diusut tuntas dan transparan, sehingga semua pihak bisa mendapat pelajaran berharga dari kasus ini,” kata anggota DPRD NTT, Boni Jebarus, Kamis (23/4/2015).

Anggota Komisi IV ini mengatakan kasus ini adalah puncak gunung es dari buruknya pelayanan bandara, pengguna jasa dan maskapai udara di NTT.
Yang juga tidak kalah penting, lanjut Boni, adalah bagaimana hak-hak konsumen atau pengguna jasa harus dilindungi dan juga dilayani dengan baik karena bagaimanapun juga, konsumen adalah raja.

Boni pun mengaku sering menggunakan penerbangan dengan pesawat TransNusa dan khusus untuk pilot dan pramugari dia mengaku pelayanannya baik, namun petugas di maskapai itulah yang kurang bersahabat.

Terkait desakan itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi, Agus Santosa, kepada Kompas.com mengatakan, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan jenis kasus itu apakah masuk kategori pidana murni atau bukan.

“Kemarin, Sabtu (18/4/2015) baru selesai diperiksa pilotnya. Setelah itu, hasil pemeriksaannya semua akan digelar untuk menentukan kasus itu masuk ke ranah pidana atau bukan. Apabila masuk ranah pidana, maka akan ditentukan siapa saja yang menjadi tersangka dalam kejadian itu,” kata Santosa.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Untuk diketahui, dalam kasus itu sudah enam orang yang diperiksa sebagai saksi, di antaranya petugas keamanan bandara, kru kabin, pramugari hingga pilot.

Sebelumnya diberitakan, Aloysius Jacob, warga Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, melaporkan maskapai TransNusa ke Polda NTT karena diturunkan paksa dengan cara diseret dari dalam pesawat itu.

Dalam laporan bernomor LP/B/375/XII/2014/SPKT, Aloysius mengaku dikeluarkan dari pesawat karena melaporkan kepada awak pesawat bahwa dirinya mencium bau busuk di dalam ruangan pesawat. (SP/Kompas.com)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru