Tunas Muda Lipoly Bersihkan Rerumputan di Sepanjang Jalan Nuabosi-Woloare

- Penulis

Sabtu, 10 Juli 2021 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,- Perbuatan terpuji ditunjukan oleh sekelompok orang muda yang menamakan diri mereka Tunas Muda Lingkungan Potu Pleyn (Lipoly).

Sebagai rasa prihatin akan kondisi badan jalan samping kiri dan kanan yang ditumbui rumput dan semak belukar yang cukup tinggi, puluhan orang yang tergabung dalam Tunas Muda Lipoly ini membersih rumput dan semak belukar yang mengganggu penglihatan bagi pengendara sepanjang jalan Nuabosi-Woloare.

Pembersihan rumput dan semak belukar dilakukan oleh Tunas Muda Lipoly demi memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengendara dikarenakan dijurusan tersebut  seringkali terjadi kecelekaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita melihat samping kiri-kanan jalan, ditumbui rumput dan semak belukar sudah cukup tinggi dan dapat menghalangi penglihatan pengendara. Ditambah jalur Nuabosi-Woloare sering terjadi kecelakaan”, kata salah satu penasehat, Siprianus Reda kepada wartawan, Sabtu (10/7/21).

Sipri mengatakan kegiatan pembersihan jalan Nuabosi-Woloare ini bukan baru pertama kali di lakukan oleh anak-anak muda Lipoly tetapi sering di lakukan.

Baca Juga :  Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran

Bahkan ungkap Sipri dalam setahun bisa tiga atau empat kali. Sementara, jelas Sipri jalan ini adalah jalan Provinsi yang semestinya pemerintah Provinsi harus lakukan pembersihan.

Untuk itu, tegas dia sebagai orang muda yang peduli dengan kondisi jalur jalan tersebut saya minta kepada pemerintah Provinsi untuk segera melakukan pembersihan dan kalau bisa ada berapa titik yang belum di kerjakan harus segera di kerjakan.

“Nuaobosi memiliki potensi yang luar bisa dan sangat terkenal dengan Ubi Nuobosi, masa kondisi jalannya kurang diperhatikan”, imbunnya.

Menurutnya kita boleh punya Ubi Nuabosi yang enak dan cukup familiar dimana-mana, tapi kalau tidak ditunjangi dengan infrastruktur jalan yang tidak memadai, bagaimana orang mau berkunjung ke Nuabosi.

“Jadi saya harap pemerintah harus segera memperhatikan”, tegasnya.

Hal yang sama juga di utarakan oleh Kepala Desa Ndetundora II, Adrianus Rengga. Ia membenarkan bahwa Nuobosi memiliki potensi dengan Ubi Nuabosi yang khas dan cukup terkenal di NTT.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung 2 Desa di Ende Roboh Diterjang Banjir, Warga Harap Pemerintah Segera Perbaiki

Kendati demikian, Kades Adrianus menyayangkan karena tidak ditunjangi dengan infrastruktur jalan yang tidak memadai.

“Kondisi jalan yang tidak memungkinkan ini sehingga banyak orang belum tau Nuaobosi”, tuturnya.

Karena ini wewenangnya pemerintah Provinsi, kata Kades Adrianus untuk itu saya meminta kepada pemerintah Provinsi segera membersihkan, sekaligus memperbaiki kembali jalan yang seperti kubangan kerbau.

“Kasihan banyak korban yang celaka di jalur Nuobosi-Woloare ini”, ujarnya.

Ardian menambakan sebagai Pemerintah Desa saya menyampaikan terimakasih kepada anak-anak muda Lipoly yang sudah membantu kami membersihkan jalur Nuabosi-Woloare selama dua pekan terakhir ini.

“Terimakasih juga kepada Bapak Ambrosius Reda dan Stefanus Bidi anggota DPRD Kabupaten Ende dari wilayah Nuabosi. Kami juga menyampaikan terimakasih banyak atas dukungan terhadap kegiatan-kegiatan anak muda”, Ungkapnya.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende
GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila
Rayakan HUT ke-72, GMNI Sedaratan Flores Gelar Napak Tilas Bung Karno di Ende
Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende
Bupati Badeoda Pastikan Stok Sembako dan BBM Jelang Lebaran Aman
KPU Ende Gelar Safari Demokrasi Partisipasi di Bulan Ramadhan
Dua Dusun di Ende Hidup Tanpa Listrik, Immer Pakpahan Sebut Sudah Ada Dalam Roadmap dan Tunggu Anggaran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:31 WIB

Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:34 WIB

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:31 WIB

GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

Senin, 16 Maret 2026 - 13:24 WIB

Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:16 WIB

Bupati Badeoda Pastikan Stok Sembako dan BBM Jelang Lebaran Aman

Berita Terbaru

Ketua PMKRI Ende, Daniel Turof menyampaikan pernyataan sikap terkait penggusuran lapak jualan sempada Pantai Ndao Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:34 WIB