SPK Dinobatkan Sebagai Umbu Matawaema,ini Alasan Warga kampung Adat  Lewa Paku

- Penulis

Senin, 4 November 2024 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewa-Savanaparadise.com- Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi, melakukan safari politik ke Kampung Adat Lewa Paku, Senin, 4 November 2024, siang.

Ketika tiba di pintu masuk kampung adat raja lewa paku, SPK disambut dengan ritual adat Pahambur marata.

“Ritual adat Pahambur Marata adalah sambutan untuk tamu yang naik ke kampung Raja Lewa Paku,” jelas tokoh adat Lewa Paku, Melkianus Ndelu Pari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam ritual tersebut, tua adat menyiram beras kemudian tamu dipersilahkan menginjak telur ayam hingga pecah, setelah itu boleh naik ke kampung adat.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

“Ritual itu dilakukan untuk mengusir roh jahat yang mengikuti agar tidak ikut naik ke kampung adat,” jelasnya.

Setelah tiba di kampung adat, calon gubernur nomor urut tiga (3) itu didaulat untuk menaruh sirih pinang pada kuburan leluhur.

“Itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus meminta restu leluhur,” jelas Melkianus.

Rangkaian terakhir dari ritual adat adalah prosesi “tikam babi”, hal ini merupakan bentuk penerimaan yang tulus dari warga kampung Lewa Paku kepada Simon Petrus Kamlasi.

Usai ritual adat, seorang tokoh adat yang merupakan keturunan lurus dari Raja Lewa Paku, Umbu Mbora, dalam sapaan selamat datangnya memberi julukan nama sumba bagi Simon Petrus Kamlasi.

Baca Juga :  Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

“Hari ini saya beri nama untuk bapak Simon Petrus Kamlasi, dengan sebutan Umbu Matawaeama artinya mata air emas,” ungkap Umbu Mbora.

Menurut Dia, pemberian nama tersebut tanpa alasan. Pasalnya, Simon Petrus Kamlasi telah memberikan kehidupan berupa sumur bor dan pompa hidram.

“Bapak sudah berbuat banyak, kami tidak bisa balas kebaikan Umbu Mata Waeama (SPK),” ujar Umbu Mbora.

Dia memastikan, paket SIAGA menang di kecamatan Lewa khususnya kampung adat Lewa Paku.***

Berita Terkait

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Anggota Dewan di Ende Desak Pemerintah Perhatikan Pelayanan di Dukcapil dan Sektor Kesehatan
Fraksi PDIP DPRD Ende Pertanyakan Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024
Kolaborasi Antara Sang Mantan dan Bupati Aktif, Rencanakan Bangun Ende Bersama-sama
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:15 WIB

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berita Terbaru