Soal Waduk Lambo, Pemerintah Jangan Represif Terhadap Masyarakat

- Penulis

Rabu, 15 Juni 2016 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

patrianus

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Kabupaten Nagekeo diminta mengedepankan komunikasi yang humanis terkait rencana pembanguan waduk Lambo di kecamatan Aesesa Selatan. Pemerintah jangan mengguanakan tindakan represif terhadap masyarakat yang menolak pembangunan waduk tersebut.

“ Pendekatan pemerintah dalam soal waduk Lambo mesti memakai pendekatan social budaya masyarakat setempat. Jangan memakai cara cara represif yang menekan dan membuat masyarakat takut. Pakailah cara cara kekeluargaan dalam melakukan komunikasi dengan masyarakat,” Kata Anggota DPRD NTT, Patrianus Lali Wolo kepada wartawan, rabu, 15/06 di ruang Fraksi PDIP DPRD NTT.

Dengan pendekatan yang mengedepan kekeluargaan, kata Patris, masyarakat akan lebih mudah untuk menerima pembangunan waduk Lambo. bagi Anggota Komisi II ini, masyarakat dalam perspektif pembanguan adalah tujuan sekaligus subjek dari pembangunan itu sendiri.

“ Kita mengharapkan kondisi yang kondusif dan komunikasi yang baik itu terjadi supaya tidak dipindahkan pembanguan Waduk itu kedaerah lain. Padahal pembangunan waduk itu penting di bangun di Nagekeo karena akan berdampak pada ketersedian air untuk pertanian, ketersedian air cukup , jebakan air dan juga akan berpotensi menjadi objek pariwisata,” Jelasnya.

Baca Juga :  Dinsos Ende Salurkan Bantuan Buat Keluarga Korban Yang Hilang Terseret Ombak

Dia menjelaskan dua hari yang lalu tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda sudah mengatakan sikap mendukung keberlanjutan pembanguan waduk Lambo. menurutnya hal tersebut terjadi karena komunikasi yang mengedepankan kekeluargaan sudah dibangun secara bersama.

“ Karena pemerintah sudah membangun komunikasi yang baik makanya komunitas masyarakat adat dan tokoh masyarakat serta pemilik lahan juga kemudian mendatangi pemerintah dan menyatakan kesediaan untuk pembangunan waduk Lambo di lanjutkan,” jelasnya.

Respon masyarakat yang positif tersebut kata Patris, harus di apresiasi dan direspon secara cepat oleh Pemkab Nagekeo.(SP)

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Korwil BGN Ende Sebut Dari 13 SPPG Yang Sudah Beroperasi Sebanyak 36.215 PMT Terlayani
Pria di Ende Yang Hilang Akhirnya Ditemukan Meninggal Oleh Tim SAR Gabungan
Dinsos Ende Salurkan Bantuan Buat Keluarga Korban Yang Hilang Terseret Ombak
Seorang Pria di Ende Dikabarkan Hilang dan Hingga Kini Belum Ditemukan
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:23 WIB

Korwil BGN Ende Sebut Dari 13 SPPG Yang Sudah Beroperasi Sebanyak 36.215 PMT Terlayani

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:23 WIB

Pria di Ende Yang Hilang Akhirnya Ditemukan Meninggal Oleh Tim SAR Gabungan

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:32 WIB

Dinsos Ende Salurkan Bantuan Buat Keluarga Korban Yang Hilang Terseret Ombak

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:39 WIB

Seorang Pria di Ende Dikabarkan Hilang dan Hingga Kini Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB