Soal Kuota Sapi, Pemprov Perlu Pertimbangkan Kearifan Lokal

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2014 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Provinsi NTT diminta lebih bijksana dalam pembatasan kuota sapi. Pembatasan kuota oleh untuk pengiriman ternak sapi ke luar NTT perlu dikaji lagi dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

“ pembatasan kuota sapi harus mempertimbangkan kearifan lokal. selama ini pembatasan kuota pengiriman sapi telah membawa dampak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata anggota DPRD NTT, Jefri UnBanunaek kepada wartawan, Jumat (3/10)

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Karakter, Bank NTT Beri CSR ke Seminari Tinggi Santo Mikael

Jefry yang merupakan ketua Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini mengatakan Masyarakat harus didorong untuk meningkatkan produksi ternak. Namun ketika ternak yang dipelihara sudah siap panen mereka justru kesulitan untuk memasarkan karena dibatasi oleh kuota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Akibatnya pendapatan peternak pun jadi terganggu karena sapi yang belum terjual. Kebutuhan hidup sehari-hari jadi sulit terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bank NTT Gulirkan KUR Rp350 Miliar, 1.000 Calon Pekerja Migran Jadi Sasaran

Menurut Jefri selama ini masyarakat kita hanya sibuk dengan proses produksi dan tidak terlalu memperhitungkan dinamika harga di pasar.

Jefri juga menyayangkan adanya temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang kartel daging sapi di NTT. Dia menduga ada permainan yang masif yang melibatkan oknum birokrasi.(SP)

Berita Terkait

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur
Bazar Ramadan Bank NTT Dorong UMKM Labuan Bajo Beralih ke Transaksi Digital
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Bank NTT Gulirkan KUR Rp350 Miliar, 1.000 Calon Pekerja Migran Jadi Sasaran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:00 WIB

Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:15 WIB

Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:36 WIB

Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur

Berita Terbaru

Ketua PMKRI Ende, Daniel Turof menyampaikan pernyataan sikap terkait penggusuran lapak jualan sempada Pantai Ndao Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:34 WIB