Pemkab Belu Di Minta Kaji Ulang Pembangunan SPBU Di Perbatasan RI-RDTL

- Penulis

Rabu, 8 Agustus 2012 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com, Pemerintah Kabupaten Belu diminta untuk mengkaji ulang rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) di Motaain, kecamatan Kakulukmesak. Sedianya SPBU tersebut di bangun oleh pihak swasta di wilayahperbatasan kabupaten Belu dan Republik Demokratik Timor Leste.

“ Pemkab Belu harus mengkaji ulang rencana pemberian ijin pembangunan SPBU di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste. rencana ini sangat rentan dengan penyulundupan BBM ke negara tetangga”, kata Ketua Fraksi Gabungan NTT sejahterah, Somie Anugrah Pandi, kepada Wartawan, Rabu, 08/08, di Kupang.

Baca Juga :  Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Dikatakan Somie, selain rentan dengan penyulundupan BBM, pembangunan SPBU tersebut juga di kwatirkan akan memicu eksodus kendaraan dari timor leste untuk mengisi BBM di indonesia dengan harga subsidi.
“Jika ini yang terjadi maka BBM bersubsidi lebih banyak di nikmati oleh mobil yang notabene ber plat Timor Leste.”, ujarnya

Somie yang juga dalah ketua DPW PDS NTT ini berujar bahwa sebaiknya pemkab Belu tidak usah memberikan ijin kepada pihak swasta untuk membangunan swasta di wilayah perbatasan.(Elas)

Berita Terkait

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja
Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah
Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Berita ini 7 kali dibaca