Pembangunan Lippo Mall dan Siloam Bakal Terhambat

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2014 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Investasi Lippo Group Di NTT bakal mengalami kendala. betapa tidak, Pembangunan rumah sakit Siloam dan Lippo Malll di arena pembangunan Fatululi, Kota Kupang akan disomasi oleh ahli waris lahan, Sofia Balukh Tomboy.

Melalui kuasa hukumnya, Sofia Balukh Tomboy, berencana akan mensomasi Lippo Group dalam waktu dekat. Menurutnya pihak ahli waris sudah mengumpulkan bukti-bukti otentik.

Dijelaskannya Lippo Group melakukan pembangunan bukan diatas lahan miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Saya baru terima kuasa tadi pagi jam sembilan, secepatnya kami akan Somasi Lippo Group,” ujar Thomas Nengo, kepada Savanaparadise.com, di lokasi pemabangunan Mall dan rumah sakit, Rabu, 11/06.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Bagi dia harus ada yang diklarifikasi oleh pihak Lippo Group dan pemerintah provinsi NTT terkait prosedur pembebasan lahan.

” Lippo harus menghentikan pembangunan karena lahan belum beres. Kasihan ahli waris sudah jadi korban dan dikorbankan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, alih waris lahan tidak tahu siapa yang memberi pelapasan hak kepada Lippo Group untuk melakukan pembangunan di atas lahan milik kliennya.

” Kami tidak tahu Lippo dapat lahan dari mana, beli dari siapa. Lippo harus memberi penjelasan darimana mendapatkan lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Dijelaskannya lebih lanjut, tidak tertutup kemungkinan, pihaknya akan menggugat pemerintah provinsi NTT dan para pemilik ruko disekitar arena pameran fatululi.

Sesuai pantauan Savanaparadise.com, pelepasan batu pertama yang dilakukan oleh CEO Lippo Group, Theo Sambuaga di warnai dengan demontrasi oleh sekelompok anak mudah di pintu masuk areal pembangunan.

Para demonstran membentangkan spanduk yang bertuliskan, ” Mohon kepada investor untuk menghentikan pembangunan ditanah ini. Tanah ini milik ahli waris Leonard Tomboy, ahli waris Tomboy tidak pernah menjual tanah ini kepada siapapun,”. Aksi demo ini juga dilihat langsung oleh Theo Sambuaga.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru