Masalah Ekonomi dan Sering Cekcok, Pemicu Monica Bunuh Bayi 10 Bulan

- Penulis

Sabtu, 21 Mei 2016 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Kupang, Savanaparadise.com,- Perilaku Barbar ditunjukkan oleh Hinsa Monica Pakpahan yang membunuh bayinya baru berusia 10 bulan, Jumad, 20/16 malam. Pelaku diduga Stres Akibat Himpitan Ekonomi dan sering cekcok dengan suaminya yang sehari-hari
yang bekerja sebagai tukang bangunan. Usai membunuh anaknya, Monika berusaha bunuh diri dengan cara minum minyak tanah.

Balita Yang tak berdosa Ini Meregang Nyawa Hanya Karena Sang Ibu Marah Setelah Bertengkar Dengan Suaminya Ketika Sang Suami Meminta Uang Bensin Untuk Pergi Bekerja.

Setelah Suaminya Pergi, Pelaku Menutup Pintu Dan Jendela Kamar Kostnya Lalu Membekap Mulut Dan Hidung Korrban Selama 15 Menit. tanpa merasa bersalah, pelaku pun melapor ke ibu kostnya bahwa telah membunuh anaknya. Perbuatan Monika ini sontak membuat geger Warga Rt 18/ Rw 007, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.
Pelaku dan suaminya didepan tetangga kost memang dikenal sering cekcok dan berkelahi lantaran kesulitan uang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kurang tau, pas beta pulang dari kampus dengar su meninggal anaknya. ekonomi kurang mendukung, biasanya dia pu istri datang minta beras disini kadang uang pinjam baru dong kasi kembali. tapi kenapa setahun ini ya tau masalah apa jadi jarang dengan tetangga. biasanya makan sama-sama dikamar,” kata Tetangga Kost Pelaku,Yance.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Samuel Simbolon mengatakan pembunuhan bayi malang tersebut sudah dtangani oleh Polsek Kelapa Lima. Menurut Simbolon, Pelaku sudah mengakui perbuatannya.

“Dia udah mengakui sendiri dari keterangan, nanti kita akan perdalam lebih lanjut lagi bahwa keterangan awal dari ibu itu, dia membekap dengan tangannya posisi anak yang umur sepuluh bulan ini dalam posisi terlentang, kurang lebih dia bekap selama 15 menit, tidak tau akhirnya ternyata tidak bernapas lagi, lalu menyampaikan kepada tetangganya bahwa anaknya sudah meninggal. itu diakuinya,” jelasnya.

Suami Pelaku, Marten Abigail mengaku pelaku sering memukul bayi mereka. Namun dia membantah kalau sering terjadi pertengkaran diantara mereka.
“Kalau untuk bakali itu tidak pak, hanya dia yang sering ancam kami punya anak.ya dia mau cekik na, dia pukul-pukul sampe cubit kasi manangis dia. pokonya dia sering, disitu semua pada tau tu, kalo dia kadang saya tidak ada, saya ditempat kerja hanya saya pulang dengar cerita dari mereka,” jelasnya.
Diberitakan sebelumny, Hinsa Monica Pakpahan tega mencekik bayinya hingga tewas. Bayi yang baru berusia 10 bulan yang diberi nama Gisela Abigail ini meregang nyawa setelah di bekap dengan tangan oleh Monica. Monica sehari hari tinggal di kos kosan Oesapa, Kecamatan Kelapa kota Kupang.
Pada saat kejadian suami Monika,Marthen Liufeto yang berprofesi sebagai tukang sedang berada diluar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pada pukul 14.00 wita, Jumad, 20/05. pelaku bersama korban berada di kamar kos-kosan selanjutnya pelaku menutup pintu kamar dan jendela kamar kos lalu pelaku menutup hidung korban dengan cara menutup hidung menggunakan telapak tangan kanan selama 15 menit. saat pelaku melakukan hal tersebut posisi korban dalam keadaan terlentang di lantai beralaskan karpet bayi dan bantal.(JN/SP)

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB