Jefrison Sebut Sistem Proporsional Terbuka Dalam Pemilu 2024 Melahirkan DPR Kurang Profesional

- Jurnalis

Kamis, 8 Desember 2022 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jefrison Fernando, S. IP, Alumni Jurusan Ilmu Politik Undana Kupang (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Jefrison Fernando, S. IP, Alumni Jurusan Ilmu Politik Undana Kupang (Foto: Dule Dubu/Savanaparadise.com)

Menia,Savanaparadise.com,- Komisi Pemilhan Umum ( KPU) Kabupaten Sabu Raijua melakukan uji Publik terhadap penataan Dapil dan alokasi kursi DPRD dalam Pemilu serentak 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Aula penginapan Manna, Kelurahan Mebba, kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (07/12/2022) tersebut, dibuka pula ruang dialog bagi peserta untuk mengajukan berbagai macam pertanyaan, usul dan saran.

Menariknya, salah satu yang mewakili tokoh muda, Jefrison Fernando S. IP ketika dimintai komentarnya, malahan menyoroti soal penerapan sistem proporsional terbuka pada Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jefrison menyebutkan sistem proporsional terbuka dalam Pemilu 2024 akan menghasilkan anggota DPRD yang kurang profesional karena keterpilihan mereka ditentukan hanya semata-mata berdasarkan kuantitatif bukan berdasarkan kualitas.

Baca Juga :  Di Kota Kupang, Paket SIAGA Unggul 44,66 Persen

Demi memenuhi kebutuhan calon anggota legislatif sebagai salah satu prasyarat untuk mengikuti Pemilu, kritik Jefrison, hampir setiap partai politik merekrut para calon legislatif ini tanpa dilihat latar belakangnya, apakah calon tersebut memiliki pengetahuan dalam hal legislasi, pengawasan dan anggaran.

Akan tetapi malah sebaliknya, yang direkrut hanya karena mereka itu memiliki uang dan basis massa sehingga terpilih, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika sudah duduk dilembaga DPRD.

Dulu seorang filsuf ilmu politik Plato pernah mengkritisi demokrasi perwakilan, bahwa suatu negara harus dipimpin oleh orang-orang yang pintar dan memiliki ilmu pengetahuan yang cukup .

“Maka dari itu kaderisasi dalam partai politik itu sangat penting”, tegas dia.

Sebagai bahan evaluasi,  Jefrison mengusulkan agar sistem proporsional terbuka dihilangkan dan kembali ke sistem proporsional tertutup, di mana partailah yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kadernya yang pas dan layak duduk di lembaga DPR.

Baca Juga :  Jual Kedekatan dengan Pemerintah Pusat, Melki Laka Lena Tak Mampu Jawab Pertanyaan SPK Soal Air

“Inilah akan menjadi motivasi bagi partai politik untuk melakukan kaderisasi yang baik terhadap kader-kader yang sudah lama berkiprah di partai”, tandas Jafrison

Ia menambahkan sistem proporsional tertutup sudah pas karena mewakili 2 sistem rekrutmen politik yaitu rekrutmen politik murni dan rekrutmen politik merit sistem.

Dijelaskannya, rekrutmen politik murni karena rakyat akan memilih partai politik dan partai politik dan penentuan jumlah kursi tetap berpatokan pada jumlah suara dari pemilih atau rekrutmen yang mencakup hal kuantitatif

“Kenapa masuk rekrutmen politik murni disitu karena rakyat akan memilih partai politik dan penentuan jumlah kursi tetap berpatokan pada jumlah suara dari pemilih” ucapnya

Sementara rekrutmen politik merit sistem menurutnya akan tergambar ketika partai benar-benar menjalankan fungsi kaderisasi politik

“Rekrutmen politik Merit sistem ini didasarkan pada kualitas dan kemampuan seseorang sehingga melalui proporsional tertutup partai akan menjalankan fungsi kaderisasi politik dengan baik” jelasnya

Penulis: Dule Dubu

Berita Terkait

Fraksi PDIP DPRD Ende Buka Suara Atas Perbub Nomor 10 Tahun 2025, Jadi Objek Interpelasi
Ketua DPD PDIP NTT Usulkan Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende Dinaikkan Statusnya Melalui Kepres
Pimpin Konfercab di Ende, Djarot Sebut Flores Punya Hubungan Historis Sangat Kuat Dengan PDI Perjuangan
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Erik Rede Gabung ke PAN, Ahmad Yohan: PAN Merupakan Rumah Yang Nyaman Bagi Semua Orang
Songsong HUT Golkar Ke-60, Partai Beringin di Ende Gelar Pasar Murah
Ketua Pemuda Klasis Dukung SE Wali Kota Kupang Soal Jam Pesta, Minta Sosialisasi hingga Tingkat RT/RW
Christian Widodo Tegaskan Pembatasan Jam Pesta Bukan Larangan, tapi Keseimbangan Hak
Berita ini 1 kali dibaca