Jalan Menuju Objek Wisata Riung Rusak Berat

- Penulis

Jumat, 3 Februari 2017 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian kondisi jalan menuju objek wisata Tujuhbelas Pulau di Riung (Foto: Sefry Jemandu/Floresa.co)
Sebagian kondisi jalan menuju objek wisata Tujuhbelas Pulau di Riung (Foto: Sefry Jemandu/Floresa.co)

Kupang, Savanaparadise.com,- Jalan Provinsi menuju objek wisata 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada terutama ruas jalan Waepana- Riung sekitar 70 kilometer dalam kondisi rusak berat. sekitar 30 kilometer dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau enam yang standar.

“ Kalau pun dipaksakan, maka kendaraan roda empat yang bisa dilalui adalah kendaraan yang memiliki empat sasis atau derek. Akibatnya tarif angkutan menjadi mahal. Misalkan, tarif yang ditetapkan tukang ojek sebesar Rp100. 000,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Patris Lali Wolo, kepada wartawan di Kupang, Jumat (3/2).

Menurutnya Pemerintah perlu mencari solusi untuk mengatasi persoalan dimaksud agar tidak membebankan masyarakat dalam hal biaya transportasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Walau mahal, masyarakat terpaksa membayar dengan tarif yang ada, karena kondisi jalannya penuh resiko. Butuh intervensi APBN jika kemampuan APBD NTT tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan provinsi di NTT, termasuk ruas jalan Waepana- Riung,” kata Patris.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini berargumen, Dinas Pekerjaan Umu harus mencari solusi untuk menangani ruas jalan yang rusak berat dimaksud. Kalau memang harus membutuhkan intervensi dari APBN, perlu dicari model regulasi yang tepat mengingat kewenangan penanganan sesuai status jalan itu ada di tangan provinsi.

“Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan APBD NTT yang rata- rata hanya menangani satu kilometer setiap tahun, maka kita butuh 70 tahun untuk merampungkan penangaan ruas jalan Waepana- Riung,” ungkap Patris.

Ia memprediksikan tingkat kerusakan semakin parah dan bertambah di saat musim hujan seperti ini, karena tidak ada saluran drainase. Akibatnya, hujan menggenangi kubangan sepanjang ruas jalan dan sebagiannya menggenangi permukiman penduduk dan sekolah sepanjang satu kilometer yang mencapai tiga meter.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

“Jika anggaran belum cukup untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak itu, pemerintah lebih dahulu membangun drainase permanen. Karena luapan banjir yang menggenangi rumah dan pekarangan penduduk mengakibatkan banyak anak menderita diare,” tandas Patris.

Pada kesempatan itu ia menyatakan, mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu dari enam tekad pemerintah provinsi, maka penanganan ruas jalan dimaksud menjadi hal mutlak yang perlu mendapat perhatian. Apalagi destinasi wisata 17 Pulau Riung sudah mendunia. Sayangnya tidak didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai.

Selain itu, tambah Patris, ruas jalan Waepana- Riung merupakan jalur potensial ekonomi. Dimana, hasil panen milik masyarakat tiga kecamatan di wilayah itu yakni Kecamatan Riung, Riung Barat dan Wolomese cukup banyak untuk dijual ke pasar- pasar. Tidak ada alternatif jalan lain yang dipakai masyarakat untuk menjual hasil komoditinya, mengingat ruas jalan Waepana- Riung merupakan satu- satunya yang dipakai masyarakat selama ini.(SP)

Berita Terkait

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB