GAMKI Sumba Tengah Sesalkan Keterbatasan Stok Vaksin Dikala Masyarakat Membutuhkannya

- Jurnalis

Rabu, 4 Agustus 2021 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waibakul, Savanaparadise.com,- Kegiatan vaksinasi tahap I sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Namun sejauh ini, masyarakat yang menerima vaksin belum mencapai angka 20%. Sementara Pemerintah berharap agar proses vaksinasi dapat dipercepat sehingga mencapai target yang ditentukan.

Ditengah antusias masyarakat untuk menerima vaksin tahap pertama begitu tinggi, sayangnya ketersedian stok vaksin sangat terbatas. Hal inilah yang memicu masyarakat untuk saling berebut dan berdesakan dalam pengambilan nomor antrian.

Masyarakat tidak lagi mengindahkan himbauan dari Nakes, aparat TNI dan Polri demi mendapatkan nomor antrian. Bahkan dengan jelas dan nyata, masyarakat melanggar Prokes.

Atas peristiwa dan kejadian ini, GAMKI Sumba Tengah pun buka suara dan sesalkan soal keterbatasan stok vaksin. Apalagi di tengah jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Sumba Tengah terus meningkat.

“Semestinya di tengah Covid-19 yang lagi meningkat saat ini, Pemerintah harus mengatur secara baik jalannya pemberian vaksin kepada masyarakat sehingga tidak menciptakan kerumunan, kata ketua GAMKI Sumba Tengah Hendrik H. M kepada Savanaparadise.com, Rabu (4/8/21).

Apalagi kata dia, hari ini Pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan setiap pelaku perjalanan untuk memiliki surat keterangan yang menunjukan bahwa dirinya sudah di vaksin, apa belum.

Baca Juga :  DPP GAMKI Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana di Sumba Timur

Tentunya dengan adanya peraturan demikian, ungkapnya mau tidak mau mengharuskan masyarakat menjalankan aturan tersebut.

“Kita dukung niat baik dari Pemerintah sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari wabah pandemi Corona ini, namun harus di imbangi juga dengan ketersedian sarana penunjangnya yaitu pasokan stok vaksin”, kritiknya.

Kalau tidak, lanjutnya kerumunan itu pasti akan terus terjadi dan terus berulang-ulang.

“Kita kwatir ketika kerumunan itu terus saja terjadi akan menyebabkan munculnya klaster baru”, ujarnya.

Sehingga, atas nama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI Kabupaten Sumba Tengah-NTT, kata dia kita meminta Pemerintah Pusat pada khususnya Kementerian Kesehatan RI agar bisa menjamin ketersediaan stok dosis vaksin terutama di Kabupaten Sumba Tengah.

Penulis : Umbu Sorung
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Viktor Bungtilu Laiskodat Gelar Reses di Waingapu, Warga Sampaikan Aspirasi Pupuk hingga BBM
Reses di Sumba Tengah, Viktor Bungtilu Laiskodat Dorong Pertanian dan Pariwisata sebagai Penggerak Pembangunan
Bank NTT Serahkan Bantuan Tempat Sampah Dukung Program Kebersihan SBD
Bertemu Puluhan Ribuan Rakyat di SBD, SPK Janji Bantu Sekolah Anak NTT Jadi Tentara
Raja Moni di Ende Pastikan Kemenangan Paket SIAGA
Suka Cita Warga Kampung Adat Rendu, Nagekeo  Dikunjungi Paket SIAGA
Dukungan Terus Mengalir, Relawan di Ngada Satu Hati Menangkan Paket SIAGA
Berita ini 4 kali dibaca