Dewan Minta Dana KUR Untuk Pembangunan Infrastruktur

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2016 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Bank NTT, Daniel tagu Dedo
Dirut Bank NTT, Daniel tagu Dedo

Kupang, Savanaparadise.com,- Terkait penyaluran dana KUR di Nusa Tenggara Timur, Ketua Komisi Empat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Angelino Da Costa mempertanyakan kerjasama antara Pemerintah dengan Perbankan terkait pembangunan infrastruktur dengan meminjam dana KUR. Padahal Kementerian Keuangan telah membuka kesempatan bagi daerah untuk melakukan pinjaman dana ke Perbankan.

“ jika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan kerjasama dengan pihak Bank dengan melakukan pinjaman dana, maka persoalan pembangunan infrastruktur yang selama ini terhambat dapat segera terselesaikan,” Kata Angelino, Rabu, 20/04

Baca Juga :  Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui Bank NTT

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank NTT Daniel Tagu Dedo mengaku, sebagai bank milik masyarakat Nusa Tenggara Timur, Bank NTT sudah pernah menawarkan kerjasama dengan pemerintah provinsi NTT dibidang infrastruktur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Namun sejauh ini belum ada inisiatif dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengundang lembaga pembiayaan infrastruktur,” Jelasnya.

Menurut Tagu Dedo, jika pemerintah provinsi telah mengajukan usulan ke Perbankan untuk pembangunan infrastruktur maka dapat direalisasi, namun besarnya dana pinjaman tersebut disesuaikan dengan Pendapatan daerah.

Baca Juga :  BRI Jadi Member United Nations Global Impact, Bukti Komitmen Proses Bisnis Berkelanjutan

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena pendapatan daerahnya sangat minim, maka maksimum pinjaman yang bisa diberikan oleh lembaga perbankan hanya sebesar 2,5 kali dari sisa pendapatan bersih daerah. Dengan demikian plafon yang diperoleh pemerintah juga tidak sampai satu triliun rupiah.

Untuk itu Daniel Tagu Dedo menyarankan agar jika ingin mendapatkan pinjaman diatas satu Triliun Rupiah maka program pembangunan kedepan harus diarahkan kepada pembukaan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. (SP)

Berita Terkait

Gubernur NTT, Melki Laka Lena Luncurkan Gerai NTT Mart di Ende
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pesisir, BRI Gandeng Pemerintah Fasilitasi 1.200 UMKM NTT untuk Naik Kelas
223 Kopdeskel di Ende Belum Terbit NIB, Punya NPWP Ada 202
Bupati Badeoda Launching Kopdes Merah Putih Pertama di Ende
Bank NTT dan Pemkab Manggarai Timur Nyalakan Harapan Lewat Program Listrik Gratis
Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah, BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink, Catat Transaksi Rp1.145,22 Triliun
25 Ribu Pengunjung Padati Halal Indo 2025, BRI Hadirkan Solusi Finansial Digital
Berita ini 0 kali dibaca