Calon PTT Operator e-KTP Dukcapil TTU Mengaku, Nilai Wawancara Yang Diberikan Padanya Fiktif

- Jurnalis

Kamis, 7 April 2022 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kefamenanu, Savana paradise.com,_
Banyak kejanggalan ditemukan saat hasil seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diumumkan sejak Rabu (6/4/2022) sekitar pukul 22.00 wita.

Salah satu kejanggalan yang terjadi ditemukan pada formasi Operator Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten TTU.

Sever Nggadas, salah satu calon PTT pada formasi dimaksud mengaku, dirinya tidak pernah diwawancarai oleh Panitia Seleksi (Pansel) PTT Kabupaten TTU namun memperoleh Nilai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, nilai wawancara yang diumumkan oleh Tim Pansel PTT Kabupaten TTU tersebut adalah fiktif karena direkayasa oleh Tim Pansel, dan bukan murni hasil Wawancara dengan Calon PTT yang melamar pada formasi tersebut.

Baca Juga :  Kecewa Tak Sempat Bertemu Bupati, AMAN Nusa Bunga Tetap Dorong Taga Kamba Tetap Dilaksanakan

Sever mengaku, pada saat proses wawancara dilakukan Ia bersama beberapa temannya yang sudah lama mengabdi sebagai PTT di Dinas Dukcapil tidak pernah di wawancarai.

“Yang ikut wawancara hanya calon PTT baru. Kami yang lama dimasukan ke Aula kantor Dukcapil dan Dikunci pintunya. Kami sama sekali tidak diwawancarai, namun anehnya kami memperoleh nilai,” Ungkap Sever.

Pernyataan Sever tersebut turut dibenarkan oleh Jenor, salah satu temannya.

Jenor yang juga merupakan PTT lama bertugas sebagai Operator e-KTP mengaku dirinya bersama Sejumlah Operator e-KTP lainnya memiliki sertifikat khusus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, namun sangat disayangkan karena kelengkapan Administrasi Khusus tersebut diabaikan oleh Tim Pansel.

Baca Juga :  Viral!!!... Massa Aksi Dan Calon PTT di TTU, Rela Berlutut Di Hadapan Polisi Demi Bertemu Bupati Djuandi David

Yang lebih aneh lagi menurut Jenor adalah dirinya bersama teman-teman lainnya memasukan semua berkas lamaran kepada BKDPSDM namun Nilai Administrasi yang diperoleh Nol.

“Jika nilai administrasi kami nol, artinya kami tidak pernah memasukan berkas. Padahal semua berkas yang diminta kami masukan, termasuk sertifikat khusus yang kami dapat dari Kemendagri” kata Jenor.

Jenor menduga, berkas administrasi yang dimasukan ke pihak BKDPSDM tidak pernah dilihat dan dipelajari sehingga Ia bersama teman-temannya akan membawa bukti tanda terima berkas Lamaran dari BKDPSDM sebagai bukti untuk meminta kembali berkas yang telah dimasukkan.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Yayasan Generasi Peduli Sarai Bagi Kado Natal Kepada Puluhan Yatim Piatu Di Sabu Raijua
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
Berita ini 2 kali dibaca