BWS NT-ll Kupang Bungkam Terkait Ganti Untung Pembebasan Lahan Napun Gete

- Jurnalis

Senin, 22 Februari 2021 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, Savanaparadise.com,- Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT-II) Kupang memilih bungkam terkait pembayaran ganti untung pembebasan lahan bendungan Napun Gete. Bendungan Napun Gete yang terletak di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka hingga saat ini masih ada warga yang belum dibayar biaya ganti untung.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT-II) Kupang, Agus Sosiawan ketika dikonfirmasi SP tidak memberi respon apapun. Pesan teks yang dikirim melalui layanan pesan pribadi Whatsapp tidak dijawab meskipun sudah terbaca. Hal yang sama juga ketika SP melakukan panggilan seluler, Sosiawan tetap tidak memberi respon.

Bendungan Napun Gete merupakan salah satu dari 18 bendungan baru yang dibangun Kementerian PUPR selama tahun 2015 – 2020. Dimana tahap pembangunannya, telah rampung dikerjakan oleh PT Nindya Karya (NK).

Ketua DPC GMNI Sikka Alvianus L Ganggung, mengatakan hingga saat ini biaya ganti untung yang dijanjikan pemerintah belum selesai dibayarkan.

” Biaya ganti untung pembebasan lahan yang masih tersisa sebesar 14 Hektar. 14 Hektar itu dimana 24 bidang tanah belum dibayarkan dan harus dibayarkan,” katanya.

Sebelum diresmikan kata dia, GMNI Sikka mengharapkan pembayaran biaya ganti untung segera dibereskan oleh pemerintah. Selain itu juga kata Alfian, masih ada warga satu dusun yang belum direlokasi dari lokaai terdampak.

Baca Juga :  Pak Presiden, Ratusan Warga Belum Direlokasi dari Lokasi Terdampak Bendungan Napung Gette

Alfian meminta BWS NT-II Kupang tidak mengaburkan substansi masalah yang diangkat oleh GMNI Sikka.

” GMNI Sikka tidak menyalahkan pihak manapun dari pembangunan tersebut. Pada prinsipnya bahwa GMNI mendukung penuh akan tetapi GMNI mengingatkan jangan ada yang dikorbankan dari pembangunan tersebut,,” kata Alvian.

Kata dia, GMNI Sikka secara tegas menyampaikan agar penyelesaian pembebasan lahan serta masalah lain dari pembangunan harus diselesaikan sebelum adanya jadwal peresmian.

” GMNI kuatir apakan nanti direalisasikan atau diabaikan ketika sudah dijalankan proses peresmian. Jadi kita minta pemerintah jangan tutup mata soal ganti untung lahan tersebut, kata Alfian.(PLW)

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Yayasan Generasi Peduli Sarai Bagi Kado Natal Kepada Puluhan Yatim Piatu Di Sabu Raijua
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
Berita ini 4 kali dibaca