Bupati Sumba Timur Tetapkan Serangan Hama Belalang Sebagai KLB

- Penulis

Jumat, 15 Juli 2016 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:  Letnan Kolonel Infanteri Elvin T Saragi
Foto: Letnan Kolonel Infanteri Elvin T Saragi

Waingapu, Savanaparadise.com,- Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, akhirnya menetapkan serangan hama belalang di enam Kecamatan di wilayah itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurutnya penetapan status tersebut, setelah hama belalang menyerang tanaman warga dan rumput yang menjadi pakan ternak warga setempat.

“Memang intensitasnya makin meluas karena hama belalang hari ini menyerang satu kecamatan baru lagi yakni di Kecamatan Kambata Mapambuhang, dimana menyerang rumpun bambu dan lahan jagung warga seluas 40 hektar. Beberapa hari lalu, di Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi, sebagian lahan pertanian dan padang rumput seluas 40 hektar rusak diserang belalang, tapi sudah teratasi,” kata Mbiliyora, kepada wartawan, Jumat, 15/07, melalui saluran pertelepon.

Baca Juga :  VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah

Dijelaskannya hama belalang sudah menyerang lahan pertanian dan padang rumput yang mana akan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan pakan untuk ternak-ternak yang ada di Sumba Timur sehingga kita tetapkan menjadi kejadian luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ saat ini kami tetap melakukan penanganannya dengan bantuan obat-obatan dari Provinsi NTT. Dengan adanya penanganan bersama antara pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Timur, TNI dan warga masyarakat, diharapkan hama belalang tersebut bisa segera diatasi,” jelasnya.

Baca Juga :  VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora akhirnya mengeluarkan status darurat bencana hama belalang. Suarat keputusan ini keluar setelah Enam Kecamatan di kabupaten itu sudah terserang belalang kembara yaitu Kecamatan Pandawai, Rindi, Umalulu, Kahaungu Eti, Kambata Mapambuhang dan Pahunga Lodu.

“ kita sudah nyatakan sebagai darurat bencana karena walaupun masih terkonsentrasi di padang justru akan berdampak pada ketersedian pakan ternak,” kata Gidion ketika di hubungi SP, Jumat, 15/07.

Dijelaskannya keputusan darurat hama belalang sudah ditanda tanganinya pada hari kamis , 14/07. Menurutnya keputusan ini untuk melakukan penanganan agar tidak meluas dan menjadi bencana yang luar biasa.(SP)

Berita Terkait

VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah
Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Bank NTT Gandeng Sinode GKS, Perluas Akses KUR untuk Perkuat UMKM di Sumba
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Berita ini 8 kali dibaca