Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Savanaparadise.com,- Bank NTT menerima apresiasi dari International Labour Organization (ILO) atas kontribusi dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perluasan akses pembiayaan bagi petani rumput laut di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Apresiasi tersebut diterima Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, dalam kegiatan Promise II Impact Closing Event and Phase III Launch di Hotel Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Penghargaan ini diberikan atas kemitraan dan kontribusi Bank NTT dalam pelaksanaan Promise II Impact Project periode 2023–2026, khususnya dalam mendukung pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan pembangunan berkelanjutan.

 

Baca Juga :  Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

Program yang dilaksanakan ILO bersama para mitranya tersebut berfokus pada peningkatan akses layanan keuangan bagi UMKM, penguatan inklusi keuangan, serta pengembangan ekosistem rantai nilai komoditas produktif.

 

Aloysius Geong mengatakan salah satu kontribusi Bank NTT diwujudkan melalui pembiayaan petani rumput laut di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, melalui Bank NTT Capem Mangili.

 

Dijelaskannya dukungan permodalan diberikan melalui Kredit Mikro Merdeka dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan tersebut membantu petani mengakses modal untuk menjalankan dan mengembangkan usaha rumput laut yang menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat pesisir setempat.

 

Selain mendukung kebutuhan produksi, akses pembiayaan diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

 

Dari sisi kualitas kredit, kata Aloysius portofolio pembiayaan petani rumput laut di Desa Kaliuda dilaporkan mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0 persen.

 

Capaian tersebut menjadi indikator positif bagi kualitas pembayaran pada portofolio kredit yang dimaksud. Hal ini sekaligus memperlihatkan pentingnya penyaluran pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik usaha dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.

 

Pengembangan UMKM melalui pembiayaan juga membutuhkan dukungan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Akses modal perlu berjalan beriringan dengan proses produksi, kondisi pasar, kepastian penjualan, dan pengelolaan keuangan yang baik agar usaha produktif dapat terus berkembang.

 

Apresiasi dari ILO kata Aloysius, menjadi momentum untuk memperkuat peran sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(SP)

 

Berita Terkait

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja
Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah
Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 7 kali dibaca