Arif Talan Minta Pemkab TTU Hindari Sentimen Politik Dalam Evaluasi PTT

- Penulis

Selasa, 11 Januari 2022 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arifintus Talan, SE, Anggota DPRD TTU dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (Foto: Yuven Abi/Savana paradise.com)

Arifintus Talan, SE, Anggota DPRD TTU dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (Foto: Yuven Abi/Savana paradise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Arifintus Talan, SE, dengan tegas meminta Pemerintah Daerah Kabupaten TTU untuk tidak memiliki sentimen politik dalam proses evaluasi terhadap para Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sedang dirumahkan.

Pernyataan ini dilontarkan Arif menyusul kebijakan pemkab TTU merumahkan 2000an PTT sejak 01 januari 2022 silam.

Arif menjelaskan kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk merumahkan seluruh PTT di TTU sudah disampaikan pada sidang 3 DPRD TTU beberapa waktu lalu, dengan alasan bahwa langkah ini dilakukan dalam rangka evaluasi kinerja para PTT tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebijakan pemerintah ini sebenarnya dilakukan bukan dalam konteks diberhentikan, tapi dirumahkan sementara untuk selanjutnya dilakukan evaluasi dalam rangka melihat kinerja mereka selama satu tahun” kata Arif.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berkaitan dengan proses evaluasi yang dilakukan oleh Pemkab TTU ini, Arif dengan tegas menyampaikan agar dalam proses evaluasi yang dilakukan tidak boleh menyertakan ego politik di dalamnya.

“Kalau kita mau membangun TTU maka kita mesti meninggalkan yang namanya sentimen politik yang terjadi pada proses pemilukada yang telah terjadi pada tahun 2020 yang lalu, karena proses politik yang sudah terjadi itu adalah proses demokrasi” tegas Arif.

Dalam kerangka evaluasi terhadap PTT, sebagai anggota DPRD Arif meminta, agar pemerintah harus bersikap objektif.

“Apabila dalam proses evaluasi dan ditemukan bahwa ada tenaga kontrak yang berkinerja baik, harus tetap dipertahankan, walaupun pada saat itu yang bersangkutan mungkin bersebrangan politik. Mengapa harus dipake, karena yang diuji adalah prestasi kerja, yang diuji adalah kemampuannya, yang diuji adalah profesionalisme kerjanya dan bukan yang diuji adalah sentimen politiknya. Jadi pemerintah silahkan melakukan evaluasi, tapi evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif dan jangan subjektif” ujar Sekretaris fraksi Indonesia Sejahtera DPRD TTU tersebut.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Arif berharap agar anggaran yang sudah ditetapkan bersama antara pemerintah dan DPRD di dalam APBD induk tahun 2022 untuk tenaga PTT, tidak boleh ditambah atau dikurangi tapi tetap disesuaikan dengan kuota dan anggaran yang telah ditetapkan.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

Dinas PK Ende Berencana Akan Tempatkan Guru Ke Sekolah Negeri dan Swasta Secara Merata
Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Belum memberi klaim,Namun dorong akses transparansi
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Respons DLH Ende Atas Penolakan Masyarakat, Alokasikan 5 M Untuk Adakan Lokasi TPST
Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo
PT. Filosi Exider Inovasi Beri Bantuan Beasiswa & Satu Unit Laptop pada Mahasiswa Unwira Kupang, Rektor Unwira Ucapkan Terima kasih 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:58 WIB

Dinas PK Ende Berencana Akan Tempatkan Guru Ke Sekolah Negeri dan Swasta Secara Merata

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:03 WIB

Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Belum memberi klaim,Namun dorong akses transparansi

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:53 WIB

Respons DLH Ende Atas Penolakan Masyarakat, Alokasikan 5 M Untuk Adakan Lokasi TPST

Berita Terbaru