Aksi Unjuk Rasa Di NTT Berlangsung Damai, Ketua DPRD & Gubernur NTT Siap Perjuangkan Tuntutan Rakyat NTT

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,Savanaparadise.Com-Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang yang Terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI ) ,GMKI ,PMKRI ,HMI,PMIII dan BEM Nusantara Serta aliansi Masyarakat Lainnya Melakukan unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Nusa Tenggara Timur Pada 1september 2025 .

Pantauan Media ini ini Aksi unjuk rasa ini di mulai dari titik Gor Oepoi Pada Pukul 09:00 hingga Kantor DPRD Provinsi NTT pada pukul 12 : 00 Wita .

Aksi unjuk Rasa ini Berlangsung Damai Walaupun Sempat ada Ketegangan antara Mahasiswa dan aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat Situasi dilapangan Akhirnya Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni Bersama Gubernur & Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma dan Forkompinda Daerah Nusa Tenggara Timur menemui dan berdialog bersama Massa Aksi Pada Pukul 14 :10 Wita .

Baca Juga :  Muscab Ke- XIII HIPMI  Kota Kupang Randy Fransisco Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kota Kupang

Dalam Dialog Tersebut Massa Aksi Melalui Ketua DPRD, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Mendesak presiden untuk bertanggujawab terhadap situasi negara Saat ini dengan Poin Poin tuntutan Sebagai Berikut:

1. Mendesak DPR RI untuk mengesahkan RUU Perampasan aset, RUU masyarakat adat, RUU daerah kepulauan Perbaiki RUU kuhap, Dan Pelanggaran HAM!

2. Mendesak presiden untuk bertanggujawab terhadap situasi negara dengan mengehtikan Tindakan represif yang di lakukan oleh apparat kemanan terhadap masa aksi serta bebaskan masa aksi yang di tahan tanpa syarat.

3. Mendesak presiden mencopot KAPOLRI.

4. Menolak kenaikan tunjangan DPR RI

5. Menurunkan Pajak Pertamban Nilai yang merugikan masyarakat.

6. Mengusut tuntas serta Tranparansi pembunuhan saudara Affan Kurniawan dan Reza Pratama.

7. Meminta DPR untuk mencabut surat edaran peliputan

8. Hentikan keterlibatan TNI dalam pengawalan masa aksi.

Baca Juga :  Bunda Juliet Laiskodat Apresiasi Karya dan Minat Baca Siswa di NTT

9. Hentikan TPPO di NTT.

10. Cabut SK ESDM NO. 357 tentang penetapan hutan laob tumbes menjadi hutan produksi tetap.

11. Cabut SK KLK NO.2268 K/30/MEM/2017 tentang penetapan pulai flores sebagai pulau panas bumi.

Sementara Ketua DPRD Provinsi NTT dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Siap memperjuangkan Apa yang menjadi Point Tuntutan dari Massa Aksi dan Rakyat Nusa Tenggara Timur.
Hal ini disampaikan Gubernur dan Ketua DPRD NTT di hadapan Ribuan Massa Aksi . Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Meminta Waktu Kepada Massa Aksi untuk Memperjuangkan Hak Hak Mereka dalam kurun Waktu 7 Kali 24Jam Atau dalam Waktu Satu Minggu ke Depan.Hal ini di Sambut Meriah Oleh Massaa Aksi yang Hadir.

Usai Berdialog dengan Massa Aksi Gubernur NTT Melky Laka Lena Mengajak Massa Aksi untuk Jangan Pernah Lelah Mencinta Indonesia serta di Tutupi dengan Lagu Padamu Negeri.***

Berita Terkait

Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Edi Endi Ajak Satukan Gagasan Bangun NTT
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Apresiasi Diskusi Publik DPW NasDem NTT
Dari Soe untuk NTT, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief Raih Post Kupang Award 2025
Diskusi Publik Kepemimpinan dan Pembangunan, Nasdem NTT Hadirkan Viktor Laiskodat dan Melki Laka Lena
Menuju Konferda VI PDI-P , tujuh nama berpeluang menjadi ketua DPD PDI-Perjuangan NTT
Berita ini 3 kali dibaca