Pemprov NTT Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Musim Kemarau

- Penulis

Kamis, 30 Maret 2023 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Musim Kemarau diprediksi melanda NTT pada bulan April 2023 mendatang. Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT akan menyiapkan langkah antisipasi. Langkah tersebut akan menyusul informasi yang disampaikan oleh Stasiun Klimatologi Kelas II NTT BMKG.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT BMKG Rahmatullah Adji, saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur NTT, Kamis 30 Maret 2023, mengatkan Informasi prakiraan awal musim kemarau Tahun 2023 di NTT diperkirakan terjadi di bulan April dan puncaknya di bulan Agustus tahun 2023.

“Jadi kami menghimbau pemda dan masyarakat lebih siap terhadap dampak musim kemarau, karena ada beberapa kabupaten di NTT memiliki potensi bencana kekeringan,” ujar Adji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian NTT, Lucky f. Koli mengatakan, untuk menghadapi musim kemarau di bulan April 2023, Pemerintah Provinsi NTT akan menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiapkan jenis tanaman yang lebih adaptasi terhadap kekeringan.

Baca Juga :  Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende

“Karena kemarau itu di bulan April, maka kita akan manfaatkan musim tanam dua untuk mengisi produksi dengan jenis tanaman yang lebih adaptasi terhadap kekeringan,” ujar Lucky Koli.

Menurut Lucky, kekeringan bukan merupakan hal baru bagi para petani, sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai petani sudah memiliki daya adaptasi terhadap perubahan iklim dan cuaca yang terjadi.

“Jadi masyarakat petani juga sudah menyiapkan tanaman – tanaman yang cocok di musim – musim kemarau seperti saat ini,” jelansya.

Dia menjelaskan, pemerintah juga mempersiapkan skema, yaitu menyarankan petani untuk menanam kacang – kacangan, terutama kacang hijau, kelor, sorgum dan jagung.

“Karena komunitas ini tahan terhadap kekeringan. Kedua, tanaman holtikultura itu akan membantu ekonomi masyarakat karena menggunakan sedikit air tetapi bisa menyediakan pangan sekaligus ekonomi,” terangnya.

Lucky menjelaskan, skema yang disiapkan pemerintah tentu akan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sarana yang dibutuhkan petani untuk percepatan panen.

“Kita tahu bahwa yang panen padi di Maret sampai April itu mereka yang tanam di bulan Desember. Sementara yang tanam bulan Januari akan panen di bulan April sampai Maret,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan

Dia menambahkan, dengan informasi cuaca kemarau lebih awal dari BMKG, otomatis debit air akan berkurang, karena itu pihaknya akan mobilisasi alat panen ke sentra – sentra produksi yang bisa ditanam dua kali.

“Sehingga nanti bisa menghindari gagal panen. Ini kita akan antisipasi. Pompa air juga disiapkan untuk dipakai oleh petani yang akan bekerja di musim kemarau,” tandasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambros Kodo, mengatakan BPBD sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau di bulan April nanti.

‘Kita akan menetapkan langkah untuk menentukan kajian untuk menetapkan status kekeringan apakah di siaga atau tanggap darurat. Kekeringan sering melanda NTT setiap tahun,” ujar Ambros.

Menurut Ambros, koordinasi dan kerjasama lintas sektor akan sangat diperlukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk menyiapkan langkah-langkah efek El Nino bagi ketersediaan pangan. Kami ingin menyampaikan bahwa semua informasi berhubungan dengan ini BPBD akan melakukan tugas dan fungsi terkait dengan penanganan  dampak kekeringan,” tandanya.(SP)

Berita Terkait

Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu
Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 
GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi
Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD
BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada
Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan
Berita ini 9 kali dibaca