Kajari TTU Beri Warning Untuk Pelaksanaan Program Rumah Tekun Melayani Tahun 2022

- Penulis

Kamis, 7 April 2022 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kefamenanu, Savana paradise.com,_ Kepala Kejaksaan Negeri kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimy Lambila,SH.MH memberi peringatan keras untuk berbagai pihak yang akan terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program bantuan rumah ‘Tekun Melayani’ plus di kabupaten TTU tahun 2022.

Warning ini diberikan Kajari Lambila dalam rangka mengantisipasi praktek-praktek curang yang bisa saja dilakonkan oleh oknum-oknum tertentu dengan maksud meraup keuntungan besar untuk memperkaya diri dan berakibat pada kerugian Keuangan negara.

Baca Juga :  Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?

“Program bantuan rumah tekun melayani plus ini adalah program Pemerintah dalam rangka untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang patah secara ekonomi, yang secara faktual, kondisi rumahnya tidak layak huni” kata Roberth saat dijumpai SP di ruang kerjanya, Rabu (6/4/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berhubungan dengan hal ini, saya ingin tegaskan kepada setiap pejabat dan pelaksana-pelaksana yang akan melaksanakan program ini, agar betul-betul secara obyektif, teliti dan cermat melakukan seleksi terhadap calon pemanfaat, agar benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang sangat membutuhkan” sambungnya.

Baca Juga :  DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara

Roberth mengharapkan, dalam pelaksanaan program ini nantinya, pemilihan masyarakat penerima manfaat tidak boleh menimbulkan rasa ketidak adilan di tengah masyarakat.

Dalam kaitan dengan pemilihan rekanan, Roberth juga berpesan agar rekanan yang dipilih adalah rekanan yang betul-betul dapat melaksanakan pekerjaan dengan bertanggung jawab, yang tidak akan menerapkan praktek-praktek curang seperti upaya melakukan mark up harga dan lain sebagainya.

Ia menuturkan, sebagai aparat penegak hukum, pihaknya akan selalu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut, agar program ini betul-betul tepat guna dan memberikan asas manfaat bagi masyarakat.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor
Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?
Bunda Julie Laiskodat Akan Dilantik Jadi Ketum PERKEMI NTT; Datangkan Pelatih Jepang untuk Nagoya 2027
Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang
DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara
Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia
Limbah Tahu Tempe Picu Aroma Tidak Sedap, Anggota DPRD Ende Minta Izin Usaha Dicabut
Berita ini 3 kali dibaca