Orang Tuanya Dapat Penghargaan Kemendikbud, Bupati TTU Mengaku Terharu

- Penulis

Kamis, 7 November 2019 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang,   Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez mengaku terharu ketika orang  tua kandungnya Yakobus Manue Fernandez dan Ibu Margaretha Hati Manhitu menerima penghargaan orangtua hebat dari Kemendikbud pada Rabu, (6/11/2019) kemarin di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski anaknya sudah jadi Bupati TTU dua periode, pasangan suami istri yang hidup sebagai petani tinggal nun jauh di pedalaman pulau Timor ini tetap memilih hidup sederhana.

Yakobus dan Margaretha tidak memanfaatkan jabatan anaknya untuk menikmati fasilitas daerah tetapi justru mereka terus bekerja seperti biasa bertani dan beternak. Bahkan ketika ketika bepergian, mereka lebih memilih jasa transportasi ojek ketimbang naik mobil.

Hingga kini kedua orang tua Raymundus tersebut masih memberikan uang saku bagi anak- anaknya termasuk Raymundus. Meski pemberitaan itu ditolak secara halus oleh Raymundus, Kedua orang tuanya tetap memberikan uang saku.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Atas penghargaan itu, Raymundus mengaku sangat terharu ketika mendampingi bapa dan mamanya menerima penghargaan.

“Sungguh terharu bercampur bangga kepada bapak dan mama yang masih terus bersama hingga saat ini dan mendapat kepercayaan dan penghargaan pemerintah,” ketika dihubungi wartawan melalui saluran pesan WhatsApp, Kamis, 07/11

Ia mengatakan penghargaan yang didapat orangtua menjadi motivasi yang berharga bagi keluarga dan masyarakat agar tetap membangun keluarga yang meskipun kecil dan sederhana tetapi penuh kasih sayang dan kedamaian.

Penghargaan yang diterima oleh kedua orang tua sederhana itu memantik rasa kagum dari kalangan masyarakat NTT.

Maria salah satunya. Ia mengatakan penghargaan itu telah membangkit rasa haru dan bangga karena kesederhanaan itu menjadi inspirasi bagi orang tua di NTT untuk mendidik anak-anaknya agar tetap hidup apa adanya meski jadi orang sukses.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Junior Leki salah satu Mahasiswa Universitas  Katolik Widya Mandira Kupang mengatakan penghargaan yang diterima oleh Yakobus dan Margaretha merupakan teladan bagi generasi muda untuk belajar menjadi anak yang sukses dan berguna bagi negara dan daerah.

” Penghargaan dari Kemendikbud sebagai keluarga yang patut menjadi teladan bagi semua masyarakat,” kata Junior.

Mahasiswa Semester VII Fakultas Teknik ini mengatakan teladan itu telah memberinya nasehat yang hidup agar selalu belajar lebih giat dalam mengerjar cita-cita.

” Sebuah teladan dan nasehat  yang hidup bagi kami anak-anak untuk belajar mengejar cita-cita. Kalau bisa kelak jadi Bupati seperti pak Ray, hehehe, ujar pria berzodiak Leo ini.(SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru