Tak Terima Ditegur, Warga TTU Bacok Nenek Hingga Tewas

- Jurnalis

Sabtu, 30 Juli 2016 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi
Ilustrasi

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Yohakim Tiser (48), warga Desa Kuaken, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), harus berurusan dengan polisi hanya karena masalah sepele.

Betapa tidak, hanya gara gara disuruh kerja bakti bersih-bersih di wilayah desa setempat, oleh Maria Fula Ninu (52), Yohakim tega membacok Maria menggunakan sebilah parang hingga tewas di tempat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor TTU, AKP Hadi Handoko kepada wartawan, Jumat (29/7/2016) malam mengatakan, kejadian itu bermula ketika, masyarakat Desa Kuaken melaksanakan kegiatan Jumat bersih di halaman Kantor Puskesmas Pembantu (Pustu) Kuaken.

Saat sedang kerja lanjut Handoko, korban pulang ke rumahnya untuk mengganti celananya karena saat duduk korban tidak sadar celananya terkena kotoran hewan. Jarak antara Pustu ke rumah korban kurang lebih 500 meter.

Baca Juga :  Depresi, Ibu Muda di Kupang Bunuh Bayi Kandungannya dan Kuburkan di Dekat Bandara

“Korban pun kembali bekerja, sedangkan tak berselang lama, pelaku pun datang dan berbicara dengan Kepala Desa Kuaken, Siprianus Rusae. Saat pelaku berbicara dengan Kepala Desa, korban kemudian berkata Kalau datang jangan duduk tapi kerja,”kata Handoko meniru perkataan Maria.

“Karena tersinggung dengan ucapan korban, tiba-tiba pelaku yang saat itu tengah memegang parangnya, lalu membacok korban di bagian wajah pipi kanan tangan kanan, kepala bagian belakang yang mengakibatkan korban meninggal dunia,”sambungnya.

Sejumlah tetangga yang melihat kejadian itu kemudian mendatangi rumah korban dan memberitahukan kepada suami korban Fransiskus Okan Tiser (56), yang saat itu sedang berada di rumah.

Baca Juga :  Banyak Penduduk Miskin Di Belu Belum Dapat Jaminan Kesehatan

Tak terima dengan kondisi istrinya yang meninggal secara tragis, membuat Fransiskus pun naik pitam dan mencari keberadaan pelaku yang saat itu telah kabur.”Suami korban (Fransiskus) lalu melapor ke Polsek Noemuti,”ujar Handoko.

Setelah menerima laporan lanjutnya, Kapolres TTU bersama Kasat Reskrim beserta KSPK Polres TTU mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan serta keterangan.

“Selesai melakukan olah TKP, dilakukan penyisiran untuk mencari keberadaan pelaku yang dipimpin langsung oleh Kapolres TTU. Namun pada saat pencarian, salah seorang pegawai Rutan Kefamenanu menghubungi anggota Buser bahwa pelaku sudah menyerahkan diri di Rutan Kefamenanu beserta barang bukti parang yang digunakan untuk membunuh korban,”jelasnya.

Handoko mengatakan, saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres TTU dan korban dibawa ke RSUD Kefamenanu untuk dilakukan pemeriksaan visum.((SGB)

Berita Terkait

Berjuang Tanpa Gedung Gereja, Umat Paulus Rasul Lamanepa Akhirnya Punya Kapela Berkat Simon Petrus Kamlasi
SMA Negeri 1 Kupang Rayakan HUT ke-75 dengan Ragam Kegiatan Besar
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Yusinta Nenobahan dan Kuasa Hukum Penuhi Undangan Sinode GMIT Untuk Jernihkan Persoalan Dengan Pendeta Nelson
Kuasa Hukum Yusinta Nenobahan Kecam Pihak Penyebar Data Pribadi Klien
Kasat Korwil Banser NTT Desak Polri Tangkap Pelaku Penganiayaan Banser di Tenggarang 
Difitnah di Kompasiana, Yusinta Bantah Semua Tuduhan Palsu dan Siapkan Langkah Hukum
Tak Hanya Nelayan PPI Oeba, Nelayan Tenau Juga Ikut Geruduk Kantor Gubernur NTT
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :