Dubes Jilid II, “Perjuangan Untuk Rakyat Belum Selesai”

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2015 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandez dan Aloysius Kobes (Dubes) Jilid II kembali menegaskan komitmennya untuk mensejahterahkan rakyat TTU.

“Saya bersama Aloysius Kobes, sejak tahun 2010 yang lalu kita maju, didukung dan dipilih oleh rakyat. Hari ini kita kembali untuk memperbaharui tekad kita untuk memperbaiki kembali apa yang menjadi kekurangan, apa yang belum terlaksana pada periode lalu,” kata Raymundus saat deklarasi Dubes Jilid II, Senin 27 Juli 2015.

Dia mengatakan, perjuangannya untuk membangun rakyat TTU belum selesai sehingga membutuhkan dukungan dari rakyat untuk menyelesaikan pekerjaan membangun daerah. Menurutnya, pekerjaan yang belum terselesaikan itu disebabkan pada periode lalu hanya bisa bekerja maksimal dengan waktu yang sangat minim.

“Pada periode lalu, setelah kemenangan rakyat, sebagian saudara-saudara kita yang belum bisa menerima, sehingga selama 2 tahun kita menghabiskan waktu untuk ribut dengan sesama saudara kita sendiri. Walaupun hanya tiga tahun, kami berdua telah bekerja dengan hati untuk bapa dan mama sekalian, kami mencurahkan semua pikiran untuk memperbaiki semua yang porak-poranda akibat perbedaan pilihan pada pilkada 2010 yang lalu,” paparnya.

Pada periode yang akan datang, jika rakyat masih tetap memilih Dubes Jilid II, Raymundus berjanji akan menyelesaikan beberapa program yang belum dituntaskan pada periode sebelumnya.

“Saya bersama bapak Aloysius Kobes jika kembali terpilih pada Desember mendatang, kami berjanji akan mewujud nyatakannya dalam berbagai program dan kegiatan. Program dan kegiatan yang akan kita lakukan tentunya melanjutkan program yang telah ada dan pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat Timor Tengah Utara. Padat karya pangan kita lanjutkan,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pada awal masa kepemimpinannya bersama Aloysius Kobes, angka kemiskinan di TTU pada tahun 2010 yakni 65,62 persen. Namun hingga akhir Desember 2014 angka kemiskinan mampu ditekan hingga angka 21,44 persen.

“Angka ini masih tinggi, karena itu perlu kontribusi tambahan dari perumahan rakyat. Sebab rumah masyarakat saat ini masih banyak yang belum layak huni berdasarkan ukuran tingkat kelayakannya,” tandas Raymundus.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru