Tunggu Takadjandji Si Kuda Hitam Dari Dapil IV Sumba Timur

- Penulis

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tunggu Takadjanji

Waingapu, Savanaparadise.com,- Siapa yang tak kenal Tunggu Takandjandji. Pria yang malang melintang sebagaj pegiat sosial disalah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini telah membaktikan dirinya untuk kepentingan masyarakat sipil dan masyarakat kecil.

Pengalamannya untuk mendampingi masyarakat selama ini telah membawanya pada sebuah refleksi yang panjang. Kemana lagi dirinya akan mengabdi? Hingga pada akhirnya dari sebuah kotemplasi yang panjang Ia memutuskan untuk berjuang di Rumah Rakyat sebagai calon anggota legislatif di DPRD Sumba Timur dapil IV.

Sosok yang mengidolakan Ahok ini mengatakan melalui jalur politik bisa membantu masyarakat kecil dengam kebijakan kebijakan yang pro rakyat melalui DPRD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tunggu Takandjandji juga mengatakan Ia memutuskan untuk ikut serta dalam pertarungan menjadi wakil rakyat untuk mengabdikan diri untuk berjuang demi masyarakat Sumba Timur pada umumnya. dengan kehadirannya sebagai wakil rakyat, Tunggul mempunyai harapan akan bisa membantu dan menjadi saluran aspirasi suara rakyat.

Dia menuturkan Kepentingan rakyat haruslah menjadi prioritas utama  dalam membuat suatu kebijakan. Sehingga ketika kebijakan itu dibuat,  harus benar-benar menjawab kepentingan rakyat.

“Bagi saya, Sumba Timur sebagai salah satu kabupaten di provinsi NTT mempunyai banyak kekayaan alam. Pengelolaan kekayaan alam yang baik akan mendorong Terciptanya perekonomian yang baik akan berdampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat.Karena perekonomian ini sangat berkaitan dengan semua lini, baik daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya sendiri.” ujarnya ketika dihubungi SP, Senin, 22/10/18.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Ia mengatakan problem utama yang menjadi kendala di Sumba Timur adalah akses pendidikan bagi masyarakat kecil yang kurang mampu. Ia mengatakan kondisi miris tersebut membutuhkan terobosan politik dari DPRD Sumba untuk membuat kebijakan politik yang bermuara pada kebijakan anggaran.

Tunggu sangat memahami kondisi minimnya akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Sebab sebelumnya menjadi pegiat LSM, Tunggu merupakan guru honorer pada tahun 2002. Pekerjaannya sebagai guru honorer itu yang membuat dirinya terpanggil untuk menjadi stakeholder yang melahirkan keputusan politik.

Ketika ditanya motivasinya menjadi calon Wakil Rakyat, menurut sosok yang akrab disapa dengan Om Untung ini sesuai dengan fungsinya sebagai Regulator, Policy Making, Budgeting, maka DPRD haruslah menempatkan diri selaku kekuasaan penyeimbang (balanced power) yang mengimbangi dan melakukan kontrol efektif terhadap pembangunan, program dan layanan publik yang harus bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Selain isu akses pendidikan, Tunggu juga menyoroti isu rawan pangan yang menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat miskin pada musim kemarau. Ia mengatakan rawan pangan yang melanda sebagian masyarakat Sumba Timur diwilayah pedesaan seolah olah tidak menemukan solusi untuk mengatasinya. Padahal kata Dia untuk mengatasi rawan pangan dibutuhkan kebijakan yang pro rakyat melalui kebijakan anggaran.

Ia beranggapan tidak terselesaikannya problem rawan pangan diakibatkan oleh ketidakpekaan pemerintah daerah dan anggota dewan untuk menghasil kebijakan guna mengatasi isu rawan pangan. Ia melihat lembaga DPRD lebih sebagai lembaga untuk mencari legitimasi profesi ketimbang sebagai lembaga untuk memberi pengabdian kepada rakyat.

Akhir dari kotemplasinya terhadap kondisi miris yang dialami oleh masyarakat ia memutuskan untuk ikut bertarung melalui pintu Partai Solidaritas Indonesia dari Daerah pemilihan IV Sumba Timur yang meliputi kecamatan Kanatang, Haharu, Nggoa, Lewa, Letis, Kahali, dan Tabundung.

Tunggu Takandjandji kini terus melakukan konsilidasi dari kampung ke kampung untuk memberikan pemahaman politik bagi Konstituennya. Tunggu Takadjandji dengan reputasinya sebagai  pegiat LSM telah membuatnya menjadi kuda hitam di Dapil IV.(Adv/Tim)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru