Tolak Tanda Tangan, Ketua DPRD NTT Diteriaki Pengecut

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2014 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Ketua Sementara DPRD NTT, Alfridus Bria Seran diteriaki pengecut oleh Massa Aliansi Masyarakat NTT Menggugat Pilkada Tidak Langsung ketika meolak menandatangani pernyataan sikap mendukung Pilkada langsung. Padahal sebelumnya Alfridus yang berasal dari partai Golkar ini bersedia untuk menanda tangani surat pernyataan tersebut.

Partai Golkar merupakan salah satu anggota Koalisi Merah Putih yang mendukung pilkada tidak langsung. Namun Alfridus menolak dengan alasan tanda tangan dari dirinya tak berarti apa-apa.

Tindakan Alfridus juga diikuti oleh beberapa anggota DPRD NTT yang masuk dalam anggota Koalisi Merah putih. Penolakan tersebut sontak mendapat teriakan hurra dari seluruh peserta demo.

Karena terus menolak rekan rekannya yang tidak masuk dalam Koalisi Merah Putih menerima pernyataan sikap untuk ditanda tangani. Total ada 16 anggota DPRD NTT yang berasal dari PDIP, Hanura, Nasdem dan PKB.

” Takut di PAW, takut di PAW, jangan takut dipecat,” kata pendemo kompak meneriaki Alfridus.

Massa terus mengejek Alfridus yang enggan menandatangani pernyataan sikap. Roman muka Alfridus memerah karena terus disoraki oleh para pendemo.

” Stop tipu, stop tipu, jangan takut di pecat,, teriak pendemo berulang-ulang.

Situasi sempat memanas karena massa demostrasi terus memaksa Alfridus untuk membubuhkan tanda tangan. Karena terus menolak tanda tangan akhirnya massa meneriaki Alfridus sebagai pengecut.

Salah satu orator, Vinsen bureni, menyayangkan sikap anggota DPRD NTT yang tidak menanda tangani pernyataan sikap. Baginya penolakan ini menciderai demokrasi yang memasung kedaulatan rakyat.

” Mari bergabung dengan PDIP, Nasdem, Hanura dan Pkb yang mendukung pilkada langsung, karena mereka adalah saudara saudara kita.
Keluarga kami sudah mencatat nama nama anggota DPR RI yang menolak pilkada langsung,” ujar Vinsen dalam orasinya, didepan Gedung DPRD NTT, kamis, 02/10.

Aliansi Masyarakat NTT Menggugat Pilkada Tidak Langsung dalam pernyataan sikapnya secara tegas undang undang pilkada berseberangan dengan demokrasi bangsa dimana rakyat tidak dilibatkan secara langsung dalam pemilihan kepala daerah.

Pada poin lainnya, aliansi ini mengatakan pilkada tidak langsung merupakan cerminan dari kemunduran demokrasi serta merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun lama.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru