Tak Cukup Bukti, 2 Warga Desa Kolipadan Akhirnya Dipulangkan Oleh Polres Lembata

- Penulis

Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewoleba, Savanaparadise.com,- Dituduh melakukan pengerusakan terhadap bangunan lama Polindes di Desa Kolipadan pada 26 Januari 2021 lalu, dua Warga Desa Kolipadan Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata Ramdan Meong (30) dan Yosep Beke Aring (20) dilapor oleh Pj. Kades Kolipadan.

Saat ditemui media SP, Jumat, (19/2), Ramadan Meong mengatakan kami di jemput oleh petugas dari Polres Lembata dengan menggunakan mobil Dalmas pada pukul 12.00 Wita (26 Januari 2021) lalu, dan kami dipriksa malam itu juga, kemudian karena tidak cukup bukti hari ini tanggal 19 Februari 2021 kami di panggil kembali dan diarahkan untuk buat berita acara perdamaian di Polres dengan Pj. Kepala Desa Kolipadan.

“kami beranggapan laporan Pj. Kades Kolipadan tidak cukup bukti untuk menjerat kami dengan tuduhan kami telah melakukan pengrusakan. Padahal kami bermaksud untuk menggantikan seng yang rusak diganti dengan seng baru agar tidak mengalami kebocoran”, terang Ramadan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ramadan juga menerangkan bahwa dirinya tidak tau apa-apa, kalau dirinya dan temanya dilapor oleh Pj. Kades Kolipadan.

“Kita hanya diminta oleh pemilik tanah agar memperbaiki dan membongkar seng yang sudah rusak diganti dengan seng baru biar tidak bocor”, pungkasnya.

Baca Juga :  Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Hal yang juga diungkapkan oleh Yosep Beke Aring alias Nongky. Ketika ditemui SP Yosep mengatakan bawah kami dilapor oleh bapak Pj. Kades Kolipadan di Polres Lembata dengan tuduhan pengrusakan bangunan lama Polindes Kolipadan.

Tuduhan tersebut sangat melukai hati kami karena yang kami lakukan adalah mengganti seng yang telah bocor dengan seng yang baru, agar tidak bocor lagi.

Tentunya tindakan kami itu atas permintaan om kami Zainudin Pari Lamabelawa, karena bangunan tua itu mau dimanfaatkan oleh pemilik tanah, Bangunan itu berdiri diatas tanah milik om kami Zainudin Pari Lamabelawa dan tanah itu telah bersertifikat, tuturnya

Secara terpisah, anak kandung dari Zainudin Pari Lamabelawa pemilik tanah atas bangunan polindes kolipadan, Irfan B, Lamabelawa kepada wartawan mengatakan Ia memberikan apresiasi kepada Polres Lembata atas langkah yang diambil.

Lebih lanjut kata dia, pasalnya tuduhan terhadap kedua saudarannya sangat tidak beralasan karena keduanya tidak memiliki niat untuk merusak tapi punya niat tulus untuk memperbaiki.

Baca Juga :  Usai Geledah Kantor Dinas PK Ende, Jaksa Periksa Saksi-Saksi dan Dokumen Elektronik

“Sangat anehkan, orang yang punya niat baik untuk merenofasi malah dituduh merusak”, ujarnya.

Ia menambahkan, sengaja kami meminta kedua untuk memperbaiki agar bangunan itu dapat kami gunakan, soalnya selama ini bangunan ditelantarkan begitu saja tanpa dirawat.

Menurut Irfan, bangunan tua yang kini jadi sumber persoalan, merupakan aset pemda Flotim, yang dibangun di atas tanah warisan milik Kakek nya Umar Mitem Lamabelawa yang kini telah bersertifikat atas nama Ayah kandungnya Zainudin Pari Lamabelawa.

“Foto copy sertifikat tanah milik kami dan dalam kasus ini turut diserahkan juga ke pihak Polres Lembata untuk dilampirkan dalam dokumen perkara yang dilapor oleh Pj. Kades Kolipadan atas nama Ibrahim Kader”, ungkapnya.

Saat ditanya wartawan, apakah setelah masalah ini selesai di tingkatan Polres Lembata, pihaknya akan mengambil langkah hukum lain.

Irfan menanggapi bahwa pihaknya sedang pikir-pikir untuk mengambil langkah selanjutnya, baik secara Perdata yang diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata maupun secara Pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 317 KUHP, tutup salah satu pentolan LBH SIKAP Lembata ini.

Penulis: Pangke Lelangwayan

 

Berita Terkait

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa
Usai Geledah Kantor Dinas PK Ende, Jaksa Periksa Saksi-Saksi dan Dokumen Elektronik
Kader Partai Diduga Dipukul Ketua DPRD: Begini Respons DPC Hanura Ende
Diduga Pukul Anggota Dewan Dari Fraksi Hanura; Ketua DPRD Ende Dipoliskan
Jaksa Geledah Dokumen di Kantor PK Ende; Bupati: Kalau Ada Hambatan Begini Kita Harus Bersihkan Dulu
Breaking News, Kejari Ende Geledah Dokumen di Kantor Dinas P dan K
Perwabantt Lewoleba Perkuat Literasi Digital, Edukasi Anggota Gunakan QRIS Bank NTT
Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:05 WIB

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Kamis, 3 September 2026 - 19:21 WIB

Usai Geledah Kantor Dinas PK Ende, Jaksa Periksa Saksi-Saksi dan Dokumen Elektronik

Kamis, 3 September 2026 - 09:38 WIB

Kader Partai Diduga Dipukul Ketua DPRD: Begini Respons DPC Hanura Ende

Kamis, 3 September 2026 - 09:27 WIB

Diduga Pukul Anggota Dewan Dari Fraksi Hanura; Ketua DPRD Ende Dipoliskan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Jaksa Geledah Dokumen di Kantor PK Ende; Bupati: Kalau Ada Hambatan Begini Kita Harus Bersihkan Dulu

Berita Terbaru