Kupang,Savanaparadise.com-Perjalanan Kepemimpinan Politik Gubernur dan wakil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena & Jhoni Asadoma dalam jangka Waktu satu tahun periode kepemimpinan.Tentu masyarakat mempertanyakan sejauh mana dan apa saja yang telah dilakukan oleh Paket Melky-Jhoni dalam satu Tahun periode kepemimpinan ini.
Hal ini mendapat tanggapan Spesifik dari Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Yang merupakan Kepala Program Studi dan Dosen Studi Ilmu pemerintah pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip Unwira ) Kupang
Menurut Esthon Eusabius Niron,S.I.P, M.P Dalam satu tahun kepemimpinan tentu banyak dinamika yang terjadi dan kita dapat melihat dan merefleksikan kembali litani perjalanan politik pak Gubernur dan wakil Gubernur ketika mereka melakukan kampanye politik pada waktu musim Kampanye . Bagi saya mereka punya kapasitas politik untuk memimpin Nusa Tenggara Timur tentu pun dengan visi NTT maju ,NTT sehat ,cerdas dan berkelanjutan serta dengan beberapa program-program kerja artinya mereka mampu membangun wacana dan negosiasi politik yang menyebabkan mayoritas publik memberikan pilihan politik dengan memilih mereka dalam kontestasi elektoral pada pemilihan serentak 2024 kemarin .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
secara pribadi dan akademisi melihat bahwa mereka tentunya mereka punya kapasitas .Kata Esthon dalam Acara ” Titik Nol ” yang di selenggarakan Oleh Media Pos Kupang baru baru ini .
Sebagai Gambaran Adapun 10 Program Dasa cita Gubernur dan wakil Gubernur NTT dalam Gerakan Ayo Bangun NTT sebagai Berikut:
1.ladang dan Kelautan:efisien, modern dan aman
2 milenial dan perempuan motor kreativitas lokal
3 wisata NTT :penggerak ekonomi lokal
4.sejahteraan bersama itu. jaminan kesejahteraan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan untuk masyarakat.
5.posyandu Tangguh :masyarakat sehat dan bebas stunting
6.sekolah vokasi unggulan berbasis potensi daerah.
7. jalan, listrik,Rumah Layak Huni: Mewujudkan NTT yang Sejahtera
8.pendapatan daerah, Pelayanan publik dan kesejahteraan SDM terjamin.
9. membangun NTT digital: Akses merata komunikasi.
10.Ayo bangun NTT : kolaborasi bersama
Dari 10 program ini catatan dan rekaman pria yang biasa disapa Esthon Niron ini memberikan pandangan mengatakan bahwa berhasil atau tidak dalam satu tahun kepemimpinan ini bagi saya terlalu cepat atau terlalu dini untuk memberikan klaim bahwa ini berhasil atau tidak.ini baru awal katanya. Biasanya kepemimpinan politik dalam satu tahun itu masih pada dalam tahap konsolidasi , Pemenang birokrasi dan lain sebagainya.
Sebagai akademisi yang lama berkecimpung dalam dunia penelitian juga tentunya penelitian politik melihat bahwa dalam Konteks Visi misi Gubernur dan wakil Gubernur belum menjadi gerakan kolektif terutama dari aparatur birokrasi.
Dirinya menguraikan ketika kemarin Gubernur diwawancarai oleh Media Kompas bahwa Gubernur mengakui lebih banyak pada kecepatan dan kecekatan organisasi perangkat Daerah atau OPD Belum mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan Visi besar itu .
jadi menurut Esthon birokrasi sebagai mesin politik itu belum begitu cepat dan cekat dalam mengimplementasikan Visi NTT Maju,Sehat, cerdas,sejahtera dan berkelanjutan.
Problemnya adalah memang bagi saya visi misi Pak Gubernur dan wakil Gubernur Yaitu Paket Melky-Jhoni belum menjadi gerakan kolektif dari seluruh komponen OPD .
Kemudian dari program- program kerja tadi betul baru tahap konsolidasi misalnya untuk promosi pariwisata seperti Tour De Entete dan NTT Mart.Menurut Akademisi Ini eksekusinya memang belum begitu kuat dalam mengimplementasikan karena ini merupakan masih tahap awal kata Esthon.
Dalam konteks kebijakan publik soal Efektifitas komunikasi publik Baik Pak Gubernur maupun Wakil Gubernur menurut Esthon itu bagus tapi problemnya adalah di dalam konteks transparansi dan akuntabilitas terhadap tata kelola birokrasi terutama program kebijakan dan program-program mereka belum Maksimal .
Jadi sebetulnya digitalisasi pelayanan keterbukaan informasi publik di provinsi Nusa Tenggara Timur tidak semua informasi program kerja dan lain sebagainya tidak semua dimuat terkait organisasi perangkat Daerah yang ada . itu salah satu bukti bahwa aspek transparansi akuntabilitas kebijakan program belum menunjukkan tanda untuk berkembang ke arah yang lebih baik .
Jadi pada prinsipnya Akademisi Unwira Kupang ini mendorong yang namanya akses keterbukaan informasi publik dalam konteks kebijakan Program pelayanan publik.Kata Esthon Niron yang merupakan mantan Aktivis GMNI Kupang yang saat ini sedang menjabat sebagai Kaprodi Ilmu pemerintahan pada Fakultas Fisip Unwira Kupang ini.(SP)










