Restui Jembatan Palmerah, Presiden Jokowi Puji Gubernur NTT

- Penulis

Jumat, 22 April 2016 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi bersama Gubernur NTT dalam kunjungan Kerja ke Belanda
Presiden Jokowi bersama Gubernur NTT dalam kunjungan Kerja ke Belanda

Amsterdam, Savanaparadise.com,- Dalam kunjungan kerja ke Belanda, Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan kerjasama antara berbagai pihak untuk pembangunan di Indonesia, termasuk pembangunan Jembatan Palmerah di Nusa Tenggara Timur.

Jembatan ini akan menghubungkan Pulau Adonara dan daratan Flores. Di Jembatan Palmerah akan dibangun pembangkit Listrik yang memanfaatkan arus laut. Daya listrik yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk seluruh daratan Flores, Adonara dan Lembata.

Beberapa kesepakatan kerjasama yang disaksikan Presiden Jokowi, antara lain :Letter of Intent on Establishment Solar Cell Factory in Indonesia between HyET Solar B.V. and PT Dutacipta Pakarperkasa (kerja sama investasi pabrik panel surya.
Nilai investasi diperkirakan mencapai Eur 180 juta).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Head of Agreement on Building Bridges Equipped with Sea Current Turbine Power Plant in the District of East Flores Sea (kerja sama investasi antara Tidal Bridge BV, Pemprov. NTT, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Nilai investasi diperkirakan mencapai USD 400 juta).

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

MOU on Training and Development in Maritime Human Resource between STC Group and PT MCS International (kerja sama bisnis dalam rangka pendidikan dan sertifikasi untuk para pelaut Indonesia, termasuk pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan (tingkat Sarjana dan MBA di bidang maritim). Nilai investasi diperkirakan mencapai USD 11,2 juta).

MOU on Cooperation on the Development of Potato Business between East West Seed Indonesia and PT Wana Subur Sejahtera (kerja sama bisnis dalam rangka pengembangan produksi benih kentang. Nilai investasi sekitar USD 10 juta).

Dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Belanda Presiden Jokowi menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur sedang menjadi perhatian Pemerintah lebih khusus di kawasan timur Indonesia termasuk NTT.

” bagaimana mau membangun di NTT kalau di NTT tidak ada air. Makanya kalau provinsi lain pemrintah hanya membangun 1 atau dua buah bendungan atau waduk bahkan ada yang tidak dapat. Tapi NTT diberikan 7 bendungan. Salah satunya Raknamo. ” demikian Presiden sambil meminta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, berdiri dan mendapat aplaus dari masyarakat Indonesia di Belanda, Dalam Rilis yang diterima redaksi Savanaparadise.com,- Jumad, 22/04.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

” ini Gubernur yang paling sering Telepon Presiden minta membangun macam macam. Sudah dikasi, pak Gubernur masih bilang kurang lagi dan kurang lagi. Yah karena memang daerah masih membutuhkan kita berikan terus “. Demikian Presiden yang disambut aplaus meriah dari masyarakat Indonesia di Belanda .

Jokowi juga mengatakan Waduk Raknamo pengerjaannya sudah 42 % termasuk yang cepat dan menurut Presiden ini bisa cepat karena Pak Gubernur selalu mengecek dan mengecek seluruh progress pekerjaan.(SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru