Pulang Kampung, Yusinta Nenobahan Bawa Harapan untuk Petani TTS

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

So’e , Savanaparadise.com,- Angin sejuk menyambut langkah Yusinta Ningsih Nenobahan saat ia menjejakkan kaki di lahan-lahan pertanian Desa Nenometa, Ajaobaki, dan Fatukoto, wilayah pegunungan Mollo yang dikenal akan kesuburannya.

 

Bagi sebagian orang, kunjungan ini mungkin terlihat biasa. Namun bagi para petani di tiga desa ini, kehadiran sosok muda itu menyimpan harapan. Harapan akan peruubahan yang selama ini tak kunjung datang dari struktur kekuasaan yang lebih tinggi.

 

Yusinta, tokoh muda TTS yang juga pendiri Yayasan Ningsih Sejahtera (YNS), datang bukan sekadar berlibur. Didampingi suaminya, Aldy Syarief, dan pengurus yayasannya, ia mengamati langsung potensi pertanian di desa-desa yang mayoritas warganiya masih menggantungkan hidup dari tanah dan alam.

 

“Kalau ini bisa dimaksimalkan, TTS akan sangat maju dan berkembang lewat sektor pertanian dan perkebunan,” katanya dengan nada optimis, saat berdiskusi dengan para petani di Fatukoto.

 

Mollo adalah wilayah yang tak asing bagi Yusinta. Wilayah itu kaya akan potensi alam. Tanah yang gembur, udara yang sejuk, dan curah hujan yang ideal. Namun kekayaan itu belum banyak berbicara dalam angka statistik kesejahteraan warga.

 

Sebagian besar petani masih menggunakan alat tradisional. Akses pada pupuk, pelatihan, hingga mesin pertanian modern nyaris tak tersentuh. Dalam situasi ini, Yusinta melihat celah. Bukan sebagai kelemahan, melainkan peluang untuk bertindak.

 

“Kami tidak ingin datang, lalu pulang tanpa berbuat apa-apa. Kami ingin kembali ke sini lagi membawa seskuatu yang nyata. Supaya waktu kami datang bukan sekadar untuk panen, tapi sudah ada sesutu yang kami wujudkan ,” ujarnya kepada media, Jumat (27/6/2025) sore.

 

Yang menarik dari kunjungan ini adalah pendekatan partisipatif yang dibawa Yusinta. Ia membuka ruang dialog. Ia bahkan secara terbuka meminta “PR” kepada kelompok tani dan pemerintah desa tentang apa yang paling dibutuhkan saat ini?

 

Dari diskusi yang berlangsung hangat, Yusinta menanggapinya dengan komiten bahwa dalam tiga bulan, YNS akan kembali dan mulai merealisasikan sejumlah bantuan langsung, baik dalam bentuk alat, tenaga, maupun dukungan program pertanian.

 

“Kami tidak ingin hanya menjadi lembaga yang datang lalu pergi. Kami ingin menjadi bagian dari keluarga besar petani. Hadir kemudian memberi dampak,” katanya.

 

Dalam refleksinya, Yusinta juga menyinggung pentingnya sinergi antara yayasan, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Tanpa kerja sama lintas sektor, potensi subur Mollo tak akan menjelma menjadi lumbung pangan atau pusat produk hortikultura seperti yang dibayangkan. (*)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru