Positif Antigen, Kades Banain B di TTU, Jalani Isolasi Terpusat

- Jurnalis

Selasa, 26 Januari 2021 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Kasus Covid-19 di Timor Tengah Utara (TTU) terus menanjak. Setelah Clutser Perbankan, Perkantoran dan Sekolah, kini muncul Clutser baru yaitu pedesaan.

Salah satu Kepala Desa Banain B di TTU, Yulius Kolo saat ini sedang menjalani isolasi terpusat di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan. Ia menjalani Isolasi setelah positif rapid antigen. Ia mengatakan ia berobat ke rumah sakit Leona , TTU ketika ia merasa badan lemas dan muntah-muntah yang disertai batuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Tanggal 10 januari saya bersama anak muda, karang taruna desa Banain B rekreasi ke Tanjung Bastian. Sampai di Wini saya rasa agak tidak enak badan. Perjalanan terus kami lanjutkan hingga tiba di Tanjung Bastian. Saya kira kecapean biasa. Saya tidur di mobil. Bangun tidur saya mandi, berendam di laut. Pulang dalam perjalanan saya merasa badan semakin tidak enak,” kata Yulius kepada SP melalui layanan pesan pribadi,Selasa, 26/01/2021.

Baca Juga :  Negara Malaysia Klaim Motif Buna Insana Asal NTT Miliknya

Semula ia mengira hal itu biasa saja. Tapi kian hari kondisinya terus drop. Ia tidak mempunyai napsu makan dan minum. Bahkan ketika ia memaksakan makan dan minum malah makanan itu ia muntah kembali.

” Saya kira kecapean biasa. Makan tidak enak. Nafsu makan hilang. Sampai tanggal 17 kemarin, mual-mual. Makan tidak bisa. Minum air dimuntahkan kembali. Karena tidak makan, mual, batuk-batuk, badan semakin lemas saya memutuskan ke rumah sakit Leona, Kefa. Saya bilang ke istri, di rumah sakit nanti saya diinfus, mungkin saya tidak terlalu lemas,” jelasnya.

Ia menjelaskan pada tanggal 18 Januari ia diantar kerumah sakit. Dirumah sakit ia menjelas seluruh kondisi yang ia rasakan. Setelah itu perawat mengarahkan untuk dilakukan rapid antigen karena dari kondisi yang dijelaskan mengarah ke Covid-19.

Baca Juga :  Diundang GMNI, Dua Presiden Hadiri Konggres GMNI di Sikka

” Kami tiba di rumah sakit, dari gejala sakit yang saya sampaikan, perawat arahkan saya rapit test karena mengarah ke covid-19. Setelah rapit katanya antigennya reaktif, posisif. Sedangkan swebnya masih dikirim sample ke Kupang dan hasilnya belum ada sampai sekarang,” urainya.

Saat ini kata dia kondisinya sudah berangsur membaik. Semua gejala batuk dan demam tidak dirasakannya lagi. Meski demikian ia tetap mengikuti isolasi sampai hasil Swab yang dikirm ke kupang sudah memperoleh hasil lab.

” Sekarang saya rasa sudah biasa-biasa saja. secara awam saya merasa sudah sembuh, batuk tidak lagi, panas dan lain lain tidak ada lagi. tapi sebagai warga negara yang baik kita ikut saja, bersedia dikarantina sampai dinyatakan sudah benar-benar sehat dan sudah diperbolehkan pulang baru pulang,” jelasnya.(SP)

Berita Terkait

Julie Laiskodat: Kasus Kalibata Harus Diusut Demi Keadilan Korban
Berjuang Tanpa Gedung Gereja, Umat Paulus Rasul Lamanepa Akhirnya Punya Kapela Berkat Simon Petrus Kamlasi
SMA Negeri 1 Kupang Rayakan HUT ke-75 dengan Ragam Kegiatan Besar
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Yusinta Nenobahan dan Kuasa Hukum Penuhi Undangan Sinode GMIT Untuk Jernihkan Persoalan Dengan Pendeta Nelson
Kuasa Hukum Yusinta Nenobahan Kecam Pihak Penyebar Data Pribadi Klien
Kasat Korwil Banser NTT Desak Polri Tangkap Pelaku Penganiayaan Banser di Tenggarang 
Difitnah di Kompasiana, Yusinta Bantah Semua Tuduhan Palsu dan Siapkan Langkah Hukum
Berita ini 4 kali dibaca