Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan II-2018 Capai 5,20 persen

- Penulis

Senin, 6 Agustus 2018 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, merilis pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II tahun 2018 sebesar 5,20 persen, dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2017 secara year on year (y-on-y). Pertumbuhan terjadi dari sisi lapangan usaha dan komponen pengeluaran konsumsi Lembaga non Profit Rumah Tangga (LNPRT).

“Jadi, pertumbuhan terjadi dari sisi lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,73 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang bertumbuh sebesar 10,91 persen,” kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia, di Kupang, Senin (6/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pattiwaellapia, pertumbuhan ekonomi terjadi dari serangkaian peristiwa dalam triwulan II tahun 2018. Diantaranya, panen raya pada sejumlah daerah di NTT, meningkatnya pengiriman ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional selama bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

Selain itu, kata Maritje Pattiwaellapia, pertumbuhan ekonomi NTT juga dipicu dari adanya nilai ekspor perikanan mengalami peningkatan selama triwulan II-2018. Ditambah dengan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang periode triwulan II-2018 mencapai 90.859 orang dengan rincian 85.871 orang tamu nusantara dan 4.988 tamu mancanegara.

“Faktor lain pemicu tumbuhnya ekonomi NTT triwulan II-2018, yaitu terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri serta liburan panjang. Hal ini ditandai dengan adanya jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di Kupang sebanyak 517.089 orang dan penumpang yang berangkat sejumlah 518.579 orang”, tutur Pattiwaellapia.

Menyinggung soal struktur ekonomi NTT selama triwulan II-2018, lanjut dia, masih didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 29,36 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga, yaitu sebesar 70,85 persen.

Kendati begitu, menurut Kepala BPS NTT, pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II-2018, berada sedikit dibawah pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan yang sama 5,27 persen.(Wilson Boimau)

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB