Pemprov Akui Adanya Persaingan Kurang Sehat Antar Pengusaha

- Penulis

Sabtu, 22 September 2012 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui masih adanya perilaku persaingan usaha yang tidak sehat antar pengusaha. Hal ini di sampaikan Asisten II Provinsi NTT, Andre Jelahu saat seminar persaingan Usaha di Hotel T-More Kupang, Kamis 20/9.

Dikatakan Andre bahwa di NTT masih terjadi persaingan usaha yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, praktek tidak sehat itu tercermin dari pemenangan tender, pengadaan barang, jasa dan lain-lain.

“Memang kami harus akui bahwa ada banyak praktek tender yang kurang sehat, maka dengan demikian kami selalu berusaha mengurangi dan memberantas perilaku persaingan usaha yang tidak sehat ini”, tandasnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu lanjut Andre, sejalan dengan undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, pemerintah provinsi terus berusaha mengendalikan persaingan usaha tidak sehat ini, karena hal ini akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di NTT.

Dengan demikian, upaya nyata yang telah dilakukan adalah telah dibentuknya kantor pelayanan perijinan terpadu satu pintu, dengan maksud agar tidak terjadi birokrasi usaha yang berbelit-belit.

Di sisi lain, Andre mengatakan bahwa Pemprov mendorong sektor swasta agar terus maju dan bersaing secara sehat, pemprov juga sedang menggodok perusahaan pengadaan barang dan jasa agar tercipta suasana persaingan yang sehat.

Dengan persaingan yang sehat antar pengusaha maka yang jelas akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang baik sehingga mengurangi tingkat kemisikinan dan pengangguran serta peningkatan pendapatan perkapita, tandasnya

Dendi R. Sutrisno anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KKPU) mengatakan bahwa tujuan dari undang undang nomor 5 tahun 1999 jangan disalah artikan, persepsi yang mengatakan undang-undang nomor 5 tahun 1999 hanya membuka peluang terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat. Itu keliru, ungkapnya

Tujuan undang-undang ini hanya bermuara pada kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, dan demi mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan persaingan usaha yang sehat sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama, serta mencegah terjadinya praktek monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat. Jadi ini bukan corong munculnya persaingan bebas yang tidak seha, katanya

“Undang-undang ini sangat bermanfaat untuk pembagian hak yang sama antar pengusaha berdasarkan kemampuan kapasitas usaha yang dimiliki dan memenuhi kriteria tender, jadi undang-undang ini ada agar tidak terjadi canibalisme antar pengusaha dan agar praktek persaingan usaha sehatlah yang diutamakan melalui simetris informasi. (Rey)

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB