Pemda Sumba Timur Aktifkan Brigade Penanganan Belalang

- Penulis

Kamis, 16 Juni 2016 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FB_IMG_1465908867433-1

Waingapu, Savanaparadise.com,- Hama Belalang mulai bermunculan di beberapa tempat di Kabupaten Sumba Timur. Kemunculan belalang dalam jumlah yang tidak wajar ini cukup membuat masyarakat setempat agak resah.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora mengatakan serangan hama belalang sudah menyerang dua kecamatan yaitu kecamatan Kahaungu Eti dan Melolo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya Pemerintah sudah menyaipakan sejumlah langkah antisipasi guna meredam serangan hama belalang ke lahan-lahan pertanian.

“ kita masih punya stok obat sehingga secepatnya dapat dilakukan penyemprotan belalang yang sudah menyerang dua Kecamatan,” kata Gidion kepada Savanaparadise.com, kamis, 16/06.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Gidion mengatakan pihakknya akan segera mengaktifkan Brigade penanganan Belalang yang terdiri dari kelompok-kelompok tani.

Diberitakan sebelumnya, Kecamatan Kahaungu Eti belalang bermunculan dalam jumlah yang cukup banyak. Belalang yang masih berukuran kecil kecil ini juga memenuhi badan jalan.

Menurut penuturan Warga Sumba Timur, Ariance Ina Rohi, Belalang mulai bermunculan sejak beberapa minggu yang lalu. Menurut Ariance yang merupakan Guru Sekolah Dasar (SD) ini belalang tersebut memenuhi ruas jalan raya di Yubuwai, kecamatan Kahaungu Eti.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

” dua minggu lalu belalang sudah muncul.waktu itu saya dalam perjalanan menuju ke Sekolah untuk mengajar. jumlahnya sangat banyak tapi masih kecil-kecil. tapi kini sudah berukuran besar,” kata Ariance ketika di hubungi melalui saluran pertelepon , selasa malam, 14/06.

Dijelaskannya kemunculan belalang dalam jumlah banyak membuat masyarakat setempat mulai resah. Ariance berharap pemerintah setempat secepatnya melakukan usaha pencegahan agar tidak menyerang lahan pertanian milik warga.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru