Pasca Crash Landing, Managamen Ajak Wartawan Kunjungi Hanggar Merpati

- Penulis

Senin, 17 Juni 2013 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bangkai pesawat merpati MA-60 tergeletak di run way bandara eltari, Kupang,NTT

bangkai pesawat merpati MA-60 tergeletak di run way bandara eltari, Kupang,NTT

Kupang, savanaparadise.com,- pasca Pesawat Merpati buatan China MA 60 dengan nomor registrasi PK-M20 mengalami crash landing di bandara eltari, kupang beberapa waktu yang lalu, managamen Merpati terus berupaya mengembalikan kepercayaan publik.

Salah satunya Managemen Merpati kupang mengajak insan Media untuk mengunjungi hanggar Merpati yang berada di surabaya selama tiga hari ke depan (17-19). Adapun wartawan yang di undang berjumlah 13 orang dan staf humas Provinsi berjumlah dua orang. Pihak merpati pun menanggung seluruh akomodasi dan tiket perjalan pergi pulang.

“sesuai dengan arahan Direksi bahwa tujuan ke hanggar untuk melihat perawatan pesawat merpati, bahwa kami selalu merawat pesawat sesuai dengan jadwal perawatan” kata General Manajer (GM) Merpati Airlines Kupang, Srianto Senoadi, ketika di hubungi savanaparadise, melalui pertelepon, Senin, 17/06, di kupang.

Dikatakannya, selain mengunjungi hanggar merpati, wartawan juga akan di ajak melihat secarah langsung dan detail mengenai pesawat MA 60 dan simulatornya.

bangkai pesawat merpati MA 60 tergeletak di run way bandara eltari kupang ketika mengalami crash landing, baru-baru ini./foto rey SP
bangkai pesawat merpati MA 60 tergeletak di run way bandara eltari kupang ketika mengalami crash landing, baru-baru ini./foto rey SP

Sesuai penelusuran, kecelakaan merpati MAA 60 bukan hanya sekali terjadi. Hal ini pun memantik komentar dari Anggota Komisi III DPR RI, Marthin Hutabarat menilai bahwa pembelian pesawat tipe MA-60 masih bermasalah dan diduga syarat korupsi.

Menurut Marthin, Komisi III DPR pernah mempertanyakan dugaan korupsi dalam pembelian pesawat tersebut kepada Jaksa Agung.

“Kejaksaan Agung pun sudah menyikapinya dengan melakukan penyelidikan dan memeriksa oknum-oknum yang diduga terlibat, termasuk seorang pengusaha swasta makelarnya yang memiliki hubungan sangat dekat dengan seorang menteri,” beber Martin.

Diceritakan, waktu itu Jaksa Agung menjanjikan akan mengumumkan hasil pengusutannya ke Komisi III. Tetapi sampai sekarang belum pernah diungkap hasil pengusutan kasus dugaan korupsi berupa penggelembungan harga tersebut ke Komisi III ataupun ke publik.

“Sehingga wajar kalau dalam menyikapi kasus kecelakaan pesawat buatan China ini,kami minta Jaksa Agung memberi penjelasan hasil pengusutan korupsinya.Sebab, bukan tidak mungkin ada kaitannya pembelian pesawat tersebut yang diduga sarat kongkalikong dengan harga yang sangat mahal dengan kecelakaan-kecelakaan yang seringterjadi dengan pesawat MA-60 ini,ujarnya.

Berhubung dengan mengajak 13 wartawan dari 13 media di Kupang, dan jawaban pihak manajemen Merpati, soal ditanggungnya segala akomodasi wartawan selama 3 hari maka sangat diragukan independesi media dalam mengungkap kasus-kasus yang mencelakakan penumpang oleh pihak Merpati di Kupang atau dimana saja.

Sementara pihak merpati kupang yang coba di konfirmasi melalui General Manajer (GM) Merpati Airlines Kupang, Srianto Senoadi, membantah hal tersebut .

“ oh tidak kok, justru kunjungan tersebut untuk memastikan bahwa teman-teman bisa melihat pesawat kita MA 60 di rawat dengan baik”, ujarnya. (Elas/Rey)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru