Panitia Natal Oikumene Santuni Korban Penggusuran

- Jurnalis

Kamis, 5 Januari 2017 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia Natal Oikumene ketika memberikan Keterangan pers, Kamis, 05/01
Panitia Natal Oikumene ketika memberikan Keterangan pers, Kamis, 05/01

Kupang, Savanaparadise.com,- Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Keuskupan Agung Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT menyelenggarakan Natal  bersama Oikumene. Natal Oikumene tahun 2016 ini Melibatkan Gubernur NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, Sekretaris Daerah, Pimpinan SKPD dan PNS Provinsi NTT, Uskup Agung Kupang, Rohaniwan/Rohaniwati, OMK dan umat di Keuskupan Agung Kupang, Ketua Sinode GMIT, para pendeta dan jemaat dalam lingkup GMIT dan Denominasi Kristen lainnya.

Selain itu, para undangan baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang seluruhnya berjumlah 1.500 orang

Baca Juga :  Diduga Cemarkan Nama Baik, ASN Sumba Timur dilaporkan ke Polda NTT

Perayaan Natal Oikumene yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/1) merupakan idealisme dan kesadaran mengenai pentingnya merawat kerkunan dan persatuan dalam keberagaman, menyiratkan semangat kemajemukan dalam acara natal tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Natal Oikumene di NTT, Pdt. Johny E. Riwu Tadu, S.Th menjelaskan dalam perayaan natal tahun ini bukan saja melibatkan Majelis Sinode GMIT, Keuskupan Agung Kupang, dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur seperti biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga gereja-gereja kristen lainnya, bahkan agama lainnya.

“Kita bukan fokus saja pada Ibadah dan Perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2017, tetapi juga akan dilaksanakan berbagi aktivitas yang merupakan bentuk kepedulian kasih dalam bentuk donor darah, bantuan kepada panti asuhan, dan keluarga korban penggusuran di Oebufu dan Oesapa,” kata Johny di Kupang, Kamis (5/1).

Baca Juga :  Subsidi APBD Untuk TdF dan TdT Bentuk Pemalakan Uang Rakyat

Perayaan Natal Oikumene tersebut bertujuan sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkembangkan toleransi, dedikasi, motivasi serta semangat juang dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial gereja dan pengabdian kepada masyarakkat. Selain itu, Perayaan Natal Oikumene juga sebagai wujud idealisme dan kesadaran mengenai pentingnya merawat kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.

“Tema Perayaan Natal Oikumene Tahun 2016 adalah “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud,” kata Johny.(SP)

 

Berita Terkait

Berjuang Tanpa Gedung Gereja, Umat Paulus Rasul Lamanepa Akhirnya Punya Kapela Berkat Simon Petrus Kamlasi
SMA Negeri 1 Kupang Rayakan HUT ke-75 dengan Ragam Kegiatan Besar
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Yusinta Nenobahan dan Kuasa Hukum Penuhi Undangan Sinode GMIT Untuk Jernihkan Persoalan Dengan Pendeta Nelson
Kuasa Hukum Yusinta Nenobahan Kecam Pihak Penyebar Data Pribadi Klien
Kasat Korwil Banser NTT Desak Polri Tangkap Pelaku Penganiayaan Banser di Tenggarang 
Difitnah di Kompasiana, Yusinta Bantah Semua Tuduhan Palsu dan Siapkan Langkah Hukum
Tak Hanya Nelayan PPI Oeba, Nelayan Tenau Juga Ikut Geruduk Kantor Gubernur NTT
Berita ini 2 kali dibaca