Larantuka, Savanaparadise.com,- Nama Yohanes Capistrano Watu hampir sepekan ini, mengisi ruang pemberitaan akibat polemik pengangkatan Sekda yang memicu ketegangan antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Ngada.
Pemerintahan Provinsi NTT melalui Kepala BKD NTT, Yos Rasi memerintahkan Bupati Ngada untuk mencabut SK pelantikan Yohanes Ngebu. Jika tidak diindahkan, Raymundus akan diberhentikan sementara.
Namun ada yang menarik dari Flores Timur, Bupati Anton Doni Dihen malah melibatkan Sekda Ngada, Yohanes Capistrano Watu dalam pansel pelaksanaan uji kompetensi (job fit) dan evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yohanes Capistrano Watu didapuk menjadi pansel eksternal bersama dua akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yakni Dr. M.E. Perseveranda, SE, M.Si dan Dr. Drs. Urbanus Ola, M.Si.
Dikutip dari Flores Terkini, dari unsur internal pansel diisi oleh Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si selaku Sekretaris Daerah Flores Timur yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota serta Apolonia Corebima, SE, M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperitda) Flores Timur sebagai anggota.
Petrus Pedo Maran, M.Si dalam laporannya pada acara pembukaan seleksi menjelaskan bahwa komposisi pansel terdiri dari unsur internal dan eksternal.
Pelaksanaan seleksi yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Flores Timur tersebut dibuka langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen. Kegiatan ini diikuti oleh 23 pejabat pimpinan tinggi pratama sebagai peserta uji kompetensi dan lima pejabat lainnya sebagai peserta evaluasi kinerja.
Namun pada saat prosesi pembukaan berlangsung Yohanes Capistrano Watu Ngebu belum terlihat hadir. Ketua pansel menyampaikan bahwa yang bersangkutan masih dalam perjalanan menuju Larantuka dan akan bergabung dalam tahapan seleksi selanjutnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










