Mentri Wihaji Ungkap Prevalensi Stunting Di NTT Masih Tinggi

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentri Mendukngga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji sedang menggendong anak dari keluarga berisiko stunting, Jeni Humsibu di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang (Foto: AR)

Mentri Mendukngga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji sedang menggendong anak dari keluarga berisiko stunting, Jeni Humsibu di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang (Foto: AR)

Kupang, Savanaparadise.com,- Mentri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN RI Dr. Wihaji, S.Ag.,M.Pd mengungkap prevalensi stunting di NTT masih tergolong tinggi.

Meskipun demikian, Mentri Wihaji meyakini kerja sama, sinergitas, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan stunting ini, akan berdampak baik pada turunnya prevalensi stunting di NTT.

“Edukasi terkait masalah stunting ini perlu mendapat perhatian serius”,  pesan Mentri Wihaji saat bersama Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengunjungi Keluarga Berisiko Stunting di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang pada Selasa, (24/06/2025).

Di momen itu, Mentri Wihaji melihat langsung kondisi keluarga berisiko stunting, Jeni Humsibu di Kelurahan Sikumana yang anaknya mengidap stunting.

Sebelumnya, Menteri Wihaji melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Rote Ndao. Di sana, Ia menemui keluarga berisiko stunting.

Setelah dari Rote Ndao, Mentri Wihaji diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lembata dan Flores Timur, Agenda tersebut batal karena erupsi Gunung Ile Lewotolok di Lembata menyebabkan dampak abu vulkanik mengganggu penerbangan pesawat yang ditumpangi oleh Menteri Wahaji bersama Gubernur NTT beserta rombongan.

“Ini kunjungan mendadak karena tadi pagi saya dari Rote diagendakan melanjutkan penerbangan ke Lembata, ternyata di sana ada erupsi sehingga gak bisa terbang. Kemudian kita ikhtiar, dan berusaha untuk melalui Larantuka baru naik kapal ke Lembata, ternyata tetap gak bisa landing di Larantuka karena ada abu vulkanik,” ungkap Menteri Wihaji.

Mentri Wihaji menuturkan, pada saat agenda Kunker ke Flores Timur dan Lembara batal, Ia kemudian berkoordinasi dengan Gubernur dan Ibu Wakil Wali Kota untuk cek Kelurga Risiko Stunting (KRS) di Kota Kupang.

“Kebetulan kita diarahkan ke sini, kita menemukan salah satu KRS dan setelah saya cek, ternyata betul. Secara fakta antara tinggi badan, berat badan dan usia ternyata kurang,”, katanya.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan stunting di NTT. Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih atas. kunjungan Mentri Wihaji ke NTT.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Menteri yang sudah mengunjungi NTT, khususnya kemarin ke paling selatan, kita di Rote sudah melakukan berbagai kegiatan di sana untuk penanganan stunting dan hari ini walaupun secara mendadak tetap ada agenda di Kota Kupang,” tutur Gubernur.

Gubernur juga menegaskan usaha mengentaskan stunting di NTT perlu ada kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan semua pihak.

Ia kemudian memastikan bahwa setelah agenda kunjungan Menteri Wihaji, Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh Kepala Daerah akan memperkuat kembali apa yang menjadi catatan dari kunjungan Mendukbangga/Kepala BKKBN RI kali ini.

“Nanti Pak Menteri balik Jakarta, kami bersama dengan seluruh Kepala Daerah se-NTT, kita akan lebih memperkuat kembali apa yang menjadi catatan dari kunjungan Pak Menteri di NTT. Kami akan berjuang menyukseskan agenda menurunkan angka stunting nasional termasuk di NTT ini,” pungkasnya.

Seirama, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mendukbangga/Kepala BKKBN RI dan Gubernur NTT yang telah berkenan mengunjungi keluarga berisiko stunting yang ada di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.

“Terima kasin untuk Pak Menteri dan Pak Gubernur NTT yang sudah berkenan mengunjungi KRS di Kota Kupang. Kami juga patut berbangga karena Kota Kupang dari tahun ke tahun, angka stuntingnya menurun tetapi perlu adanya monitoring dan evaluasi dan pertajam edukasi. Dan tentunya kita juga mengharapkan bantuan dari pusat sehingga kolaborasi antara pusat dan daerah bisa terlaksana secara baik,” ujarnya.

Diketahui, Turut hadir pada saat Mentri Wihaji berkunjung ke KKS di Kota Kupang adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Drg. Iien Adriany, M.Kes., dan Penjabat Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji juga menyerahkan paket bantuan berupa sembako untuk Keluarga Berisiko Stunting. (BS/CR/SP)

Berita Terkait

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:05 WIB

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Berita Terbaru