Manager Arisan Modern Akhirnya Ditahan Polisi

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2015 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Manager Arisan modern, Ruben Edi Ege akhirny ditahan polisi karena dugaan penggelapan mobil. Ege menggadaikan serta menjual mobil yang disewanya untuk opersional konser Slank.

Ege diamankan oleh Aparat Kepolisian Polres Kupang Kota, diotel Ti,ilangga , Jumad, 01/05 bersama perempuan yang dintindifikasi bernama Novi. Ege ternyata menginap dihotel untuk menghindari kejaran para pemilik mobil yang disewanya. Bahkan Ege berencana akan kabur ke Jakarta, 02/05.

Kepada Polisi di ruang pemeriksaan, Ege mengatakan Mobil yang disewanya digadaikan membiayai penyelenggaraan konser. Mobil-mobil tersebut disewanya sejak bulan maret yang lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait jumlah mobil yang disewa dalam peenyelenggaraan konser Slank, Ege mengatakan menyewa 11 unit mobil baik dari rental maupun milik perorangan. karena kekurangan dana, dirinya nekat menggadaikan lima unit mobil yang disewanya kepada orang lain, dengan perjanjian akan ditebus kembali lima unit mobil tersebut setelah penyelenggaraan konser itu.

Baca Juga :  Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Salah satu pemiliki mobil, Yeskial Benu mengatakan mobilnya disewa senilai Rp 5 juta per bulan oleh Ege untuk penyelenggaraan konser SLANK di Kota Kupang.

Pemilik mobil lainnya, Agustina Atarato mengatakan mobil avansa putihnya hendak dibeli oleh ege. Namun pada saat didatangi, Ruben mengaku belum memiliki uang tunai seharga mobilnya Rp 132,5 juta sehingga hanya dikasih uang muka sebesar Rp 20 juta dengan perjanjian jika sampai hari ini tidak bisa dilunasi sisanya, mobilnya dikembalikan dan uang mukanya hangus.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

“Saya dengar mobil saya sudah dia jual Rp 120 juta ke orang di Sikumana. Bahkan BPKB mobil saya sudah digadaikan lagi ke Bank Crista Jaya oleh orang yang beli mobil saya di Sikumana tadi. Padahal saya tidak pernah buat surat perjanjian jual-beli.,” tegasnya.

Kepala resor Polres Kupang Kota AKBP. Musni Arifin mengatakan, untuk sementara pihak penyidik sedang pelajari semua kronologis sesuai laporang korban, untuk itu kami akan bertindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (SJ)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru