Mahasiswa Sumba di Kupang Rampas HP Untuk Beli Beras

- Penulis

Rabu, 5 Desember 2018 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, Savanaparadise.com,- MD (21) dan JLB (22) mahasiswa perguruan tinggi di kota Kupang akhirnya harus merasakan dingin jeruji besi. Mahasiswa asal Sumba ini diamankan aparat kepolisian Polsek Kelapa lima. Aksi pemalakan ini karena keduanya kehabisan uang. Uang hasil pemalakan itu digunakan untuk membeli beras dan bayar kost.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto kepada wartawan mengatakan kedua pelaku melakukan aksinya tersebut di belakang kampus STIM Kupang pada Sabtu (24/11/2018) lalu, sekitar pukul 23.40 Wita.

“Pelaku menghadang kemudian langsung merampas handphone milik korban,” kata Didik, Selasa (4/12/2018).

Sebelum merampas HP, jelas Didik, pelaku sempat mengancam korbannya menggunakan parang. Karena ketakutan korban akhirnya menyerahkan HP miliknya. Didik mengatakan pada saat melakukan aksinya dua pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras.

Aksi pemalakan  ini diketahui setelah korban yang bernama Emanuel Tunleu melapor ke Polisi perbuatan pelaku kepada pihak kepolisian.

Menerima laporan korban, aparat Polsek Kelapa Lima membentuk tim guna melakukan penyidikan. Tak butuh waktu lama, kedua mahasiswa Fakultas pertanian ini berhasil ditangkap.

Baca Juga :  Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

“Kita kontak nomor hp korban yang dirampas, ternyata aktif. Kita lacak keberadaann pembeli hp dan kita amankan. Dia mengaku membeli di kedua pelaku,” katanya.

Kepada polisi, keduanya mengaku nekad melakukan perampasan karena terlambat mendapat kiriman uang dari orangtua.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua hp, dua bilah parang dan sepeda motor pelaku yang digunakan mengancam korban. Keduanya pun dijerat pasal 365 ayat 2 subsider 368 dengan ancaman 12 tahun penjara.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 116 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru