Ende, Savanaparadse.com,- Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke berbagai daerah yang ada di daratan Flores dari 2 April hingga 4 April 2025.
Selain berkunjung ke Ende, kabupaten lain yang di kunjungi Gubernur Melki Laka Lena adalah, Kabupaten Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Di Ende, Gubernur Melki Laka Lena akan meninjau beberapa lokasi seperti, Sawah Garam di Welamosa (Paupanda), Bendungan Aegana, dan PLTU Ropa.
Masyarakat menyambut baik kehadiran Gubernur Melki Laka Lena di Ende. Kepada Media, Rabu, (2/4/25), Wilibrobus Ranggi, salah satu warga di Desa Tou, Kecamatan Kotabaru berharap dengan adanya kunjungan Gubernur NTT ke Ende bisa memperhatikan kondisi jalan trans Utara.
Wilibrodus menjelaskan, jalur trans utara merupakan jalur penghubung antar kabupaten yang sering digunakan masyarakat yang hendak berpergian dari ke Nagekeo, Bajawa, Sikka, dan Ngada.
“Di wilayah Desa Tou ini ada beberapa titik yang memang perlu penanganan segera. Misalnya deker yang jebol akibat intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah ini, sehingga mengganggu perjalanan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, empat, dan juga roda enam”, ujar Wilibrodus.
“Kita berharap Gubernur bisa melihat secara langsung kondisi jalan di wilayah Desa Tou yang cukup memprihatinkan”, tambah Wilibrodus.
Respon yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Neotonda, Frans Kaki. Melalui via telepon, Frans Kaki menyampaikan ucapan terima kasih ke Gubernur NTT atas kunjungan kerjanya ke berbagai daerah yang ada di Flores termasuk Ende.
“Kita berharap agar Gubernur bisa memperhatikan jalur trans Utara yang rusak parah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, terlebih di wilayah Kecamatan Kotabaru di Langga La’a dan Desa Tou yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak diperhatikan”, ungkap Frans Kaki.
Menurutnya, hal ini pernah diusulkan oleh masyarakat terhadap para pejabat dari provinsi yang pernah melakukan kunjungan ke wilayah ini, namun hingga detik ini belum direspon sama sekali.
Bahkan terakhir, kata Frans, dihadapan mantan Gubernur waktu itu masyarakat juga pernah menyampaikan keluhan soal kondisi jalan yang rusak parah, namun kenyataannya belum ada jawaban.
Frans menguraikan, kondisi jalan yang paling rawan untuk jalur trans Utara, lokusnya ada di wilayah Desa Tou, Lokalande.
Dikatakan, jebolnya deker akibat banjir, membuat jalan itu menjadi putus total. Namun, atas keprihatinan puluhan kepala desa dan Pemerintah Kecamatan Kotabaru serta masyarakat kemudian bergotong royong memperbaiki dalam bentuk tanggap darurat sehingga arus lalulintas antar kabupaten itu bisa normal kembali.
“Harapan saya dan juga masyarakat di Kecamatan Kotabaru seluruhnya agar kondisi jalan yang rusak segera diperbaiki karena jalur itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk berbelanja ke Maumere”, ujar Frans Kaki.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur bersama rombongan dari Kupang tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman pada Pukul 07.45 dengan menggunakan pesawat Wings ATR 72 dan disambut oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere dan Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus.
Selanjut Gubernur bersama rombongan menuju ke Kabupaten Nagekeo untuk meninjau Waduk Lambo, Tambak Garam Waikokak, dan Persawahan Mbay.
Menanggapi kunjungan Gubernur, Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengatakan, Pak Gubernur melakukan kunjungan kerja ke Nagekeo untuk mengecek dan memantau bendungan di sana.
Kemudian dari Nagekeo, Gubernur langsung ke Ende melewati Utara untuk meninjau PLTU Ropa, Bendungan Aegana, dan Sawah Garam.
Bupati juga mengatakan, dalam kunjungan Gubernur kali ini, Pak Gubernur bisa melihat secara langsung kondisi jalan di wilayah Utara Kabupaten Ende yang menjadi kewenangan provinsi.
“Sekalian kita menunjukan jalan-jalan provinsi yang rusak itu, biar mendapat perhatian”, tutur Bupati Badeoda.
“Harapannya agar Pak Gubernur bisa memperhatikan jalan Provinsi yang sudah rusak parah dan sudah berlangsung lama tak tertanggulangi untuk perbaikan”, tambah Bupati (CR/SP)