Koalisi Merah Putih NTT Hormati Keputusan KPU

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2014 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Siapapun yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (22/7) hari ini, sebagai presiden dan wakil presiden, harus dihormati sebagai bagian dari proses demokrasi dan bagian dari pilihan rakyat.

“Itulah penentuan rakyat sehingga, sisa waktu yang ada ini kita serahkan penuh kepada KPU pusat,” kata Ketua Koalisi Merah Putih NTT, Esthon L. Foenay di Kupang, Selasa (22/7).

Ia menambahkan, jika ada hal-hal yang terjadi selama pemilihan presiden dan wakil presiden yang membuat tim Koalisi Merah Putih Pusat belum menerima semua hasil sesuai undang-undang yang berlaku, maka Koalisi Merah Putih NTT mendukung untuk memproses semua persoalan itu di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami menyarankan untuk diproses di MK jika, ada hal-hal yang terjadi selama pemilihan presiden sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Esthon yang saat itu didampingi Sekretaris Koalisi Merah Putih, laurensius Leba Tukan.

Walaupun demikian, Ketua DPD Partai Gerindra NTT ini tetap menghimbau kepada semua kader maupun simpatisan Prabowo-Hatta untuk menghindari semua tindakan yang bisa memicu konflik sambil menunggu proses yang sementara berjalan.

“Kita harus tetap tenang dan sabar serta jaga suasana kekerabatan dalam bingkai NKRI sambil menunggu hasil dari pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli kemarin.
Esthon juga menambahkan, siapapun yang ditetapkan oleh KPU sebagai presiden dan wakil presiden, harus dihormati karena siapapun itu merupakan pilihan dari rakyat.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

“ Malam ini bukan siapa-siapa yang menang karena yang menang adalah rakyat Indonesia,” katanya.

Khusus di NTT, Esthon berharap agar, tetap menjaga suasana yang lebih harmonis dan memberikan informasi-informasi autentik yang menyejukan. Sehingga, tidak ada yang merasa kecewa dan sakit hati sebab semua proses ini, demi kepentingan bangsa dan negara selama Lima tahun kedepan.

“Kita terus berdoa agar suasana kekerabatan dan kebersamaan yang selama ini terjalin, tertap terjaga. Dalam politik kita berkompetisi, dalam Tuhan kita bersaudara,” pinta Esthon.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru