Kadis P dan K Ajak Seluruh Elemen Gaungkan Semangat Literasi di Ende

- Penulis

Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,- Literasi merupakan sebuah tuntutan yang semestinya terus digalakkan di era digitalisasi sekarang ini. Dengan membudayakan literasi kepada setiap masyarakat akan mampu melahirkan dan menciptakan manusia-manusia cerdas, kritis, kreatif, dan inovatif.

Tanpa literasi, pengetahuan masyarakat akan sangat terbatas. Efek lainnya, akan berdampak pada minat baca masyarakat akan sangat rendah. Ternyata, literasi memiliki pengaruh yang luar biasa bagi masyarakat. Ia mampu mengubah arah dan perubahan dalam dunia pendidikan anak.

Dalam rangkah peringatan hari literasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis P dan K) Kabupaten Ende, Mensi Tiwe mengutarakan sejumlah hal, mengapa sejauh ini budaya literasi di Kabupaten masih jauh dari harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selama ini di Kabupaten Ende lebih fokus mengurus pendidikan formal sedangkan di pendidikan non formal belum disentuh secara baik.

“Kita lebih fokus urus pendidikan formal, sedangkan non formal kita kurang sentuh dan yang kita sentuh di pendidikan non formal hanya, urus paket A, Paket B, dan C”, kata Mensi Tiwe saat di temui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/10/21).

Mensi menegaskan apabila ingin memberantas buta aksara atau mau memberikan pendidikan ke masyarakat umum, sebenarnya pilihannya ada di pendidikan non formal.

Menurut Mensi kalau di pendidikan formal, jalurnya sudah jelas, ada sekolahnya, ada gurunya, ada tenaga kependidikan, serta ada sarana prasarana pendidikannya. Sedangkan di pendidikan non formal belum tertatah secara baik.

Baca Juga :  Nasib Warga Dua Dusun di Likanaka Ende Hidup Tanpa Listrik

Sehingga ia mendorong agar di pendidikan non formal harus ada akselerasi dan mempunyai jalur tersendiri. “Strategi yang akan saya lakukan adalah menyiapkan struktur organisasi di pendidikan non formal, sebab di pendidikan non formal belum ada organisasinya”, jelas Mensi.

Selain itu, ujar Mensi, ia juga menggagas pembentukan ketua forum taman baca. Dan selanjutnya bagaimana penjabaran ke bawahnya, yang berperan lebih dalam hal ini adalah ketua forum.

Dijelaskannya pendidikan non formal (PNF) di sini adalah bidangnya. Dia memiliki manajemen tersendiri. Manajemen itu melalui ketua forum ini. Selanjutnya ketua forum mengepakkan sayapnya hingga ke Desa-desa.

“Kalau setiap desa di Kabupaten Ende memiliki satu taman baca, pasti ada multiplier effecknya (efek berganda-Red). Ditambah di kecamatan akan kita bangun kampung literasi. Ada kita punya adik-adik yang tamat FKIP, jadi bisa bergerak di sana, karena di sana berbicara tentang literasi, berbicara tentang numerasi, berbicara tentang karakter, tapi dari prespektif pendidikan non formal melalui taman baca”, papar Mensi.

Sehingga, terang dia, manajemen pendidikan non formal ini agak sedikit mirip-mirip dengan manajemen pendidikan formal. Kalau di formal, ada guru atau tenaga pendidik. Tapi di non formal namanya Pamong.

Dikatakannya yang selama ini kecendrungan kita adalah tidak bisa menangkap program dari pusat, dari Direktorat PNF karena kita di sini belum memiliki organisasi perangkatnya.

Seandainya strukturnya ada, bebernya, antara program dan budgetnya (anggaran-Red) akan satu kali jalan.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

“Percepatan ini supaya masyarakat yang DO bisa memanfaatkan ruang ini. Karena berbicara PNF akan diatur 1×24 jam, agar peserta didik kita atau anak didik bisa memanfaat ruang taman baca masyarakat demi meningkatkan SDM anak-anak kita”, ungkapnya.

Mensi menambahkan coba perhatikan Paud ataupun Kober, selama ini ada dana biaya operasionalnya. Program ini kalau organisasinya sudah ada akan mendatangi pengelola-pengelola setiap TBM masing-masing dengan standarnya.

“Tentunya untuk menjawab ini semua, standarnya adalah TBM itu harus memiliki ijin operasionalnya. Di Ende sendiri, sebelumnya tidak punya ijin operasional. Dan saat ini, baru TBM Kamubheka sudah mendapat ijin operasionalnya”, ungkapnya.

Seharusnya, kata Mensi, peluang ini perlu di tangkap karena dia bukan kaku dan baku seperti pendidikan formal. “Seandainya sudah memiliki ijin operasional, punya lisensi, pengelolanya kita, tangkap ini, program datang, langsung didistribusikan ke TBM tersebut”, jelasnya.

“Contoh saja, di pendidikan formal itu ada DAK, ya memang karena ada sasaran penerimanya. Ataupun Dana BOS karena ada sekolah-sekolahnya. Pendidikan non formal pun hampir sama persis. Yang menjadi kendala kita adalah karena tidak organisasi perangkat yang menunjangnya”, tambahnya.

Demi terwujudnya apa yang menjadi harapan kita bersama, ujar Mensi, konsep berpikirnya tidak boleh kita berdiri sendiri, perlu campur tangan dari berbagai pihak dalam untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Mari kita sama-sama dalam tanggungjawab bersama untuk mencerdaskan anak bangsa melalui literasi”, ajak Mensi.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende
GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila
Gubernur NTT pangkas program OPD yang tak berdampak.Akademisi Unwira :  Kebijakan yang krisis paradigma Pembangunan,dorong perbaikan design kelembagaan yang stagnan
Bersamaan dengan momentum Dies Natalis Ke-72. GMNI-Kupang lantik Anggota baru angkatan Ke- XXXVI berjumlah 112 Orang
Rayakan HUT ke-72, GMNI Sedaratan Flores Gelar Napak Tilas Bung Karno di Ende
Tiga Dekade GMNI Kupang: Mencetak Kader Nasionalis dari Timur Indonesia
Tingkatkan Solidaritas Warga,Ketua RT 05 Kel. Belo pimpin warga kerja bakti perbaiki jalan lingkungan
GMNI Kupang Salurkan Bantuan Sosial bagi Pasien di Rumah Singgah, Wujud Kepedulian Menyongsong Dies Natalis ke-72
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:34 WIB

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:31 WIB

GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:01 WIB

Gubernur NTT pangkas program OPD yang tak berdampak.Akademisi Unwira :  Kebijakan yang krisis paradigma Pembangunan,dorong perbaikan design kelembagaan yang stagnan

Senin, 23 Maret 2026 - 22:56 WIB

Bersamaan dengan momentum Dies Natalis Ke-72. GMNI-Kupang lantik Anggota baru angkatan Ke- XXXVI berjumlah 112 Orang

Senin, 23 Maret 2026 - 21:30 WIB

Rayakan HUT ke-72, GMNI Sedaratan Flores Gelar Napak Tilas Bung Karno di Ende

Berita Terbaru

Ketua PMKRI Ende, Daniel Turof menyampaikan pernyataan sikap terkait penggusuran lapak jualan sempada Pantai Ndao Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:34 WIB