Human Trafficking di NTT Jadi Perhatian Presiden Jokowi

- Penulis

Senin, 1 Agustus 2016 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bara JP NTT ketika bertemu Jokowi di VVIP bandara El Tari Kupang
Bara JP NTT ketika bertemu Jokowi di VVIP bandara El Tari Kupang

Kupang, Savanaparadise.com,- Masalah Human Trafficking di NTT menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo. Presiden akan mendiskusikan hal tersebut secara serius di istana Negara dalam waktu dekat. Menurut Presiden, Masalah Human Trafficking di NTT merupakan masalah pokok untuk segera dibahas dan dituntaskan segera mungkin.

Demikian Rilis yang diterima redaksi Savanaparadise.com, yang dikirimkan oleh sekretaris DPD Bara JP NTT, Hildebertus Selly, Senin, 1/08, di Kupang.

Hidelbertus mengatakan respon presiden itu terkait rekomendasi Bara JP NTT ketika berkesempatan bertemu presiden Jokowi di Ruang VVIP Bandara, Sabtu, 30/07, baru-baru ini.

“ Bapak Presiden memerintahan untuk mengagenda pertemuan sekitar tanggal 3 atau 4 Agustus 2016. Sebab ini menjadi masalah pokok untuk segera dibahas dan dituntaskan segera mungkin,” kata Hildebertus.

Dikatakannya , persoalan Human Trafficking di NTT menjadi sesuatu yang menakutkan disebabkan dalam setahun sudah banyak buruh migrant asal NTT yang meninggal di Malaysia.

Persoalan sudah menderah NTT, tapi hingga kini belum ada upaya maksimalnya dari Pemerintahan untuk memontong mata rantai persoalan Human Traficking. factor penyebab persoalan ini adalah masalah sosial ekonomi, akses kesempatam kerja dan pekerja yg kurang terdidik, serta tidak ada kesereriusan dari pemerintah daerah untuk mengawasi dan lemahnya penegak hukum,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Selain menyampaikan soal persoalan Human Trafficking, Hildebertus mengatakan Bara JP NTT juga menyampaikan Pasokan listrik, puskesmas terapung di NTT, persoalan tapal batas dan kedaulatan RI atas ruang udara.(SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru