Hendak Wawancara Wagub, PNS Pemprov NTT Tampar Wartawan

- Penulis

Senin, 13 Juli 2015 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Kekerasan terhadap pekerja pers terjadi lagi di NTT. kali ini wartawan televisi lokal AFB TV, Efron Suna di tampar oleh salah satu Staf biro Hukum Setda NTT, Maret Jalla.

Efron kepada wartawan mengaku mendapat selain ditampar juga diperlakukan secara kasar oleh Maret. Kerah bajunya ditarik, kartu pers dan handycam juga dirampas oleh oknum PNS itu.

Efron mengatakan dia ke kantor Gubernur untuk bertemu dan melakukan wawancara dengan Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni di ruang kerjanya. Namun Wagub menolak diwawancarai karena akan makan siang.

” Setelah itu, saya dan rambu (wartawati AFB TV) beranjak pulang, dan saat itu Rambu jalan duluan dan saya menyusul dari belakang,” kata Efron.

Namun, pada saat berpapasan dengan Maret, kartu pers Rambu diambil oleh Maret.

Awalnya, Efron tidak mempersoalkan hal itu karena menganggap Rambu dan Maret saling mengenal. Bahkan, ketiganya masih sempat berbincang-bincang.

“Saat berada di tangga, saya sempat tanya Rambu, apakah kenal dengan pak itu (Maret), tetapi Rambu mengatakan tidak kenal. Lalu saya tanya lagi kenapa kartu persnya diambil. Rambu lantas menjawab bahwa kartu persnya bukan diambil, akan tetapi dirampas. Mendengar jawaban itu saya pun marah dan sempat katakan bahwa ini adalah pelecehan dan sudah mengintervensi tugas kita,” jelas Efron.

Setelah berbicara soal perampasan kartu pers, tanpa disadari Maret tiba-tiba muncul dari belakang dan langsung memegang baju Eefron dan menamparnya.

“Karena tak terima, saya kemudian bertengkar dengan dia sambil berusaha menelepon teman-teman lainnya, akan tetapi telepon genggam saya dirampas. Begitu pun juga saat saya mau ambil gambar, lagi-lagi dia rampas kamera sambil terus mengikuti saya hingga tempat parkir. Karena semakin banyak orang yang terus berdatangan, termasuk Pol PP, dia akhirnya berhenti mengikuti saya. Saya lalu menuju kantor Kepolisian Sektor Maulafa untuk melapor,” jelasnya.

Akibat tamparan itu, kata Efron, bagian wajahnya sempat mengalami cedera dan dikompres pakai air es.

“Saya lapor polisi supaya kasus ini diproses secara hukum sehingga ada efek jera,” tegasnya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota, Komisaris Dede Rochmana mengatakan sedang mengecek laporan dari wartawan tersebut.

“Laporannya belum masuk ke Polres Kupang kota. Sebentar saya cek ke Kapolsek Maulafa dulu ya,” kata Dede.(GB/SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru