Hanya Pengecut Saja Yang Gunakan Isu Indentitas

- Penulis

Minggu, 27 Mei 2018 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,- Calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan NTT merupakan provinsi termiskin ketiga diindonesia. Selain termiskin NTT juga merupakan provinsi terkorup. Oleh karenanya menjadi Gubernur NTT tidak boleh menggunakan indentitas tertentu.

” hanya pengecut saja yang gunakan isu indentitas  dalam kampanye pilgub. karena menjadi Gubernur NTT itu untuk melayani saudara-saudara kita yang masih berada dalam kesulitan yang luar biasa. NTT tidak bisa kita bilang protestan atau cari pemimpin katolik. karena penderitaan orang NTT itu tidak berhubungan dengan agamanya apa,” kata Laiskodat ketika melakukan kampanye di desa Detupera, kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, 26/05/18.

Dikatakannya menjadi Pemimpin NTT harus berdasarkan kemampuan dan kecerdasan dari seorang pemimpin. Menjadi pemimpin itu berhubungan dengan hati untuk melayani rakyat NTT yang masih berada pada garis kemiskinan.

” NTT mencari pemimpin yang pintar dan punya keberanian, pemimpin yang punya hati dan terpanggil untuk melayani masyarakat susah,  pergi berkunjung  ke desa-desa. Pemimpin yang mau melihat penderitaan dan memberikan kebangkitan dan masa depan. Kalau pemimpin NTT hanya Kupang- Jakarta, Kupang, Ende atau hanya masuk kota kota kabupaten dan tidak masuk ke desa-desa maka program macam apapun akan gagal,” jelasnya.

Tidak ada pilihan lain untuk Gubernur dan Bupati untuk mewujudkan Visi misinya selain masuk ke desa-desa. Pemimpin itu harus bisa menggelorakan semangat kebangkitan karena semangat pembangunan itu bukan hanya bekerja saja. Tetapi juga propaganda bagi masyarakat bahwa ada masa depan dan harapan.

Ia mengatakan NTT saat ini masih banyak pengangguran. Ada anak anak NTT yang orang tuanya petani hebat, anaknya sekolah di Jawa tapi pulang NTT jadi penganguran. Hal itu terjadi karena pendidikan yang diambil tidak diarahkan untuk membangun, mengatur dan mengelolah sumber daya alam NTT.

” kita kaya raya dan tidak ada yang miskin disini. tidak ada yang namanya NTT miskin yang ada hanya karena kemampuan pemimpinnya yang miskin. Indonesia saja impor garam dari Australia pada keadaan alam sama dengan NTT.

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru