Hanura Tolak Wartawan Meliput Rakor Jokowi-JK

- Penulis

Minggu, 8 Juni 2014 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Beberapa penjaga pintu ruangan rapat koordinasi (Rakor) Partai Hanura melarang beberapa wartawan media lokal maupun nasional meliput rakor yang digelar di Hotel Kristal, Minggu 8 Juni 2014.

Beberapa wartawan yang dilarang untuk meliput adalah, Andi Ilham Sulabessy, wartawan radio Suara Kasih, Juven Nitano, wartawan Radio Madika, Lorens Mila Daddy dari media nasional Jaringnews.

Padahal wartawan Victorynews, Pos Kupang, Timeks serta wartawan Harian Fajar Bali di perkenankan untuk meliput.

“Beberapa penjaga pintu itu mengatakan bahwa hanya media tertentu yang diperbolehkan masuk untuk meliput rapat tersebut. Kalau media elektronik dilarang sesuai perintah orang Hanura di dalam,” kata Andy Sulabesi menirukan ucapan para petugas itu.

Andy yang merupakan wartawan Radio lokal di Kota Kupang menyesalkan sikap “ preman” tersebut yang menghalang beberapa wartawan termasuk wartawati media lokal di Kota Kupang.

“Mereka perbolehkan hanya media cetak, padahal kita sama-sama memberitakan,” ujar Andy.

Sementara itu Rambu yang merupakan wartawati AFB TV mengatakan, sikap preman dan orang yang dimaksud mereka itu mendiskriminasi media.

“kalau memang tidak ingin dipublikasikan ya tidak usah untuk masukan wartawan lain. Sekarang di dalam ada 3 orang wartawan dari media cetak, lalu kita dari media elektronik ditolak,” tandasnya.

Melihat beberapa orang yang bertahan diluar ruang rapat, salah panitia dari rakor itu mengajak para wartawan.

“Ayo teman-teman wartawan mari masuk, ini acara tidak dilarang untuk diliput, ini acara untuk bahas tentang Jokowi-JK. Kecuali acara internal Hanura yang sifatnya tertutup,” kata ibu yang tidak ingin namanya di koran itu.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru