Guru Dan Orang Tua Murid Di Detuara Ende, Berharap Sekolah Kembali di Buka

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2020 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ende, Savanaparadise.com,- Pengabdian luar biasa ditunjukan oleh guru-guru di SDK Detuara, Desa Detuara, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai Guru yang tinggal di daerah pelosok, penerapan proses belajar online tidak akan mungkin dapat diterapkan di SDK Detuara, mengingat dengan kondisi ekonomi orang tua peserta didik di Desa Detuara yang serba terbatas dan berkekurangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu-satunya pilihan yang diambil adalah menerapkan metode belajar mengajar dari rumah ke rumah (Luring), agar seluruh peserta didik dapat mengaksesnya.

Memang keputusannya amat sulit, mengingat, jarak tempu untuk menuju rumah peserta didik yang menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi oleh guru-guru.

Pasalnya, di Desa Detuara terdapat tiga Dusun, pertama Dusun Detuara, Dusun Detulate, dan Dusun Detunakan yang kalau dipetakan berdasarkan jaraknya, dari Dusun Detuara (SDK Detuara) ke Dusun Detulate sejauh 3 KM, sedangkan dari Dusun Detuara ke Dusun Detunaka jarak yang ditempuh adalah 4 KM.

Disamping itu, guru-guru di SDK Detuara dituntut harus sebisa mungkin untuk menaklukkan medan yang berbukit dan tanjak.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Ternyata proses belajar luring telah dijalankan dan kini memasuki minggu ke empat, ungkap seorang guru honor, Osin Dhesa, saat diwawancarai, Rabu, (05/08/2020).

Menurut keterangannya, sebelum dijalankan kegiatan belajar mengajar di rumah, orang tua, dewan guru, dan komite mengadakan pertemuan dan kami bersepakat agar segera dijalankan proses belajar luring.

Osin menilai, antara belajar di rumah, baik luring ataupun daring, kalau berbicara soal kenyaman yang lebih nyamanya adalah belajar di sekolah.

Menurut Dia, karena di sekolah anak-anak tidak diberikan kesempatan untuk bermain di luar jam yang sudah ditentukan dan mereka lebih fokus.

“secara pribadi, saya merasa bahwa belajar disekolah itu lebih efektif, karena semua fasilitas dalam proses belajar mengajar terpenuhi”, Tutur Ovin.

Menurutnya, jarak dan medan akan menjadi faktor penghambat bagi teman-teman guru untuk memberikan pelajaran kepada siswa di rumah.

“disini dengan kondisi kami seperti ini, kami relah harus berjalan kaki dari Dusun Detuara ke Dusun Detulate dan Dusun Detuara, Ungkapnya.

Ia berharap, agar covid-19 cepat berlalu, sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali dibuka.

Osiin juga mengatakan, siswa-siswi disini juga menginginkan agar sekolah kembali di buka agar bisa berkumpul kembali bersama teman-temannya dan kungkinan orang tua juga berkeinginan yang sama agar sekolah kembali dibuka sehingga mereka dapat dapat bekerja kembali sebagai seorang petani.

Baca Juga :  450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

“sayangkan, terpaksa orang tua seharian harus menemani anak-anak dan guru pada saat belajar mengajar berlangsung”, Kata Osin.

Hal sama juga di katakan oleh orang tua dari peserta didik yang berasal dari Dusun Detulate, Arnoldus Tesen (40), saat dikonfirmasi, ia mengatakan bahwa sebagai orang tua kami sangat berterimakasih kepada bapak dan Ibu guru yang rela berkunjung ke Dusun kami demi membimbing, mendidik, dan mengajar anak-anak.

“kami sangat prihatin dengan guru-guru disini, mereka rela jalan kaki dengan jarak tempu yang lumayan jauh” Kata Arnol.

Ia menambahkan, bahkan guru-guru harus menunggu sampai sore baru pulang ke rumah mereka dan ada juga guru-guru yang terpaksa harus nginap.

Dengan melihat kondisi ini, kita berharap agar proses belajar mengajar di sekolah kembali di buka, biar guru lebih nyaman untuk mendidik anak-anak kami, Katannya.(Chen02)

Berita Terkait

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende
GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila
Rayakan HUT ke-72, GMNI Sedaratan Flores Gelar Napak Tilas Bung Karno di Ende
Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:24 WIB

GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:31 WIB

Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:34 WIB

Puluhan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Ende

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:31 WIB

GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

Berita Terbaru