Di depan Wapres, Gubernur Usulkan Pembangunan Pabrik Semen Kupang III

- Penulis

Senin, 13 Juli 2015 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,– Gubernur NTT Frans Lebu Raya meminta pemerintah pusat untuk mendukung rencana pembanguan Pabrik Semen Kupang III.

PT. Semen Kupang saat ini, hanya 400. 000 ton per tahun, dan jika ditingkatkan produksinya 2 juta ton per tahun, maka dapat melayani untuk Indonesia bagian timur, Australia, dan Timor Leste
.
Gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan usulan tersebut pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke – 68 tahun 2015, di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dekopin, Nurdin Halid, Ketua DPR RI, Setya Novanto, dan beberapa menteri kabinet kerja.

“Pabrik Semen Kupang adalah kebanggaan kami dan menjadi salah satu penyokong perekonomian di NTT. Jika kapasitas produksi ditambah maka bisa mendorong ekonomi setempat,” kata Lebu Raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar permintaan tersebut, Jusuf Kalla (JK) yang duduk berdampingan dengan Ketua DPR Setya Novanto pun tersenyum.

Menanggapi hal itu, JK menjanjikan memudahkan pemberian kredit tambahan untuk memfasilitasi investasi pembangunan pabrik.

Tetapi, pemerintah akan mempertimbangkan kemampuan internal perusahaan sebelum memberi pinjaman.

“Kalau kemampuan internalnya belum, pemerintah akan memberi kredit tambahan. Tapi kita lihat dulu bagaimana kemampuan pasarnya,”terangnya.
Sementara Menteri Perindustrian, Saleh Husin menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah NTT memperjuangkan pembangunan Pabrik Semen Kupang III, yang sudah dirintis dua tahun lalu.

“Pemerintah pusat pasar akan mendukung penuh, karena keberadaan Pabrik Semen Kupang, bisa menjadi penggerak roda perekonomian di daerah ini,” katanya. (Han)

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB