Bak Penampung Air Hujan Mulai Kering Karena Dilanda Kemarau, Warga Palue Mulai Resah, Manto Eri: BPBD Segera Distribusikan Air Bersih

- Jurnalis

Selasa, 7 September 2021 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere, Savanaparadise.com,- Musim kemarau mulai melanda di beberapa wilayah Kabupaten Sikka. Hal ini dirasakan oleh warga Kecamatan Palue, akibat dari persediaan di bak penampung air hujan mulai kering.

Alfonsius Koa, Sekertaris Desa Reruwairere, ketika dihubungi media SP  melalui via telephone, Senin (6/9/21), Malam membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan selama ini warga menggantungkan hidup dengan mengkonsumsi air minum dari bak penampung air hujan.

“Ada juga sumur gali tapi rasa asin. Sementara untuk konsumsi menggunakan air hujan yang tersedia dari bak penampung, dan sekarang sudah kebanyakan warga minum air yang dari sumur yang tidak layak untuk di konsumsi, warga berani konsumsi air sumur yang tidak layak untuk dikonsumsi ini, hanya untuk mempertahankan hidup, akibat kemarau yang panjang”, tutur Alfons

Menyikapi situasi yang di rasakan warga Kecamatan Palaue, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, melalui Pesan WhatsApp (6/9), meminta Bupati melalui BPBD Sikka untuk segera mendistribusikan air minum bersih ke palue karena palue memgalami kekeringan dan kekurangan ketersediaan air minum.

Baca Juga :  KPU Ende Kembalikan Sisa Dana Hibah Pilkada 2024 Ke Pemerintah Sebesar 4 M

Lanjut Manto Eri, beberapa bulan terakhir, warga kecamatan Palue mulai merasakan kekeringan dan kekurangan air bersih dan hampir semua warga di kecamatan Palue sudah kelukan soal itu.

Bahkan, ungkap Manto Eri warga Palue sudah mulai mengkonsumsi air sumur yang tidak layak untuk di konsumsi(asin).

“Untuk itu saya berharap Pemerintah Kabupaten Sikka melalui BPBD untuk segera mendistribusikan pasokkan air bersih ke Kecamatan Palue”, tegasnya.

Penulis: Aklamin

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
​Polres Ende Gelar Operasi Lilin Turangga 2025, Pastikan Nataru Tahun Ini Aman Kondusif
Polemik Antara Bupati dan DPRD Ende Berujung Hak Angket, Dewan Soroti Soal Adanya Silpa Tahun 2024 Tanpa Perubahan APBD
4 Fraksi DPRD Ende Usulkan Hak Angket Meski Paripurna Interpelasi Sempat Ricuh
DPRD Ende Tunda Rapat Paripurna Interpelasi, Ini Alasan dan Jadwalnya
Gubernur NTT, Melki Laka Lena Luncurkan Gerai NTT Mart di Ende
Fraksi PDIP DPRD Ende Buka Suara Atas Perbub Nomor 10 Tahun 2025, Jadi Objek Interpelasi
Berita ini 12 kali dibaca